Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Penataan Desa Wisata Terganjal Dana

30 Juli 2019, 17: 59: 31 WIB | editor : Perdana

SWAFOTO: Pengunjung berfoto sembari menikmati taman bunga di Desa Doplang, Teras, kemarin (29/7).

SWAFOTO: Pengunjung berfoto sembari menikmati taman bunga di Desa Doplang, Teras, kemarin (29/7). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Penataan desa wisata di Kabupaten Boyolali butuh biaya besar. Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali mendorong pemerintah desa mengembangkan potensi wisata di wilayahnya secara mandiri. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Boyolali Wiwis Tri Handayani.

Wiwis memandang, pemkab tidak mungkin membiayai seluruh pengembangan wisata lokal. “Kalau sudah ada dan berkembang, pemkab hadir untuk infrastrukturnya. Serta pendampingan lebih lanjut dan promosinya,” ucapnya, kemarin (29/7).

Saat ini sudah ada belasan desa wisata di Kota Susu. Berkembang dan mampu menarik wisatawan lokal, bahkan mancanegara. Total ada 14 desa di Boyolali yang berstatus desa wisata. Sedangkan puluhan desa lainya masih rintisan.

Pemetaan desa wisata dibagi dalam tiga kategori: unggulan, berkembang, dan potensial. Desa wisata unggulan ada di Kecamatan Sawit dan Teras. Menonjolkan wisata alam dan kuliner. Sedangkan Kecamatan Selo menonjolkan kesejukan alam Gunung Merapi dan Merbabu. “Setidaknya ada 70 objek wisata di Boyolali yang masih bisa dikembangkan,” ujarnya.

Rencananya, kawasan Selo diandalkan untuk menggaet wisatawan mancanegara. Melalui pembenahan destinasi wisata dan infrastruktur pendukungan. “Wisatawan kami arahkan menginap di homestay. Penginapan di Selo sudah menjadi percontohan nasional oleh Kementerian Pariwisata,” bebernya. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia