Kamis, 23 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Menakar Kekuatan Gibran jika Maju Pilkada Solo, Populer Saja Tak Cukup

30 Juli 2019, 18: 08: 30 WIB | editor : Perdana

Gibran Rakabuming Raka

Gibran Rakabuming Raka

Share this      

SOLO - Mencuatnya dua nama anak Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam survei bursa calon wali kota Surakarta sebenarnya bukan hal yang mengejutkan. Pengamat politik Universitas Sebelas Maret (UNS) Didik Gunawan Suharto menyebut hakikatnya pemilihan kepala daerah (pilkada) sangat dipengaruhi oleh aspek popularitas. Gibran Rakabuming Raka, termasuk salah satu tokoh yang memiliki popularitas tinggi. 

“Siapa sih yang tidak kenal dengan anak presiden? Karena memang aspek popularitas itu menjadi faktor penting dalam persaingan calon. Karena itulah saat nama Gibran masuk dalam daftar calon wali kota, isu itu semakin kencang,” bebernya kepada Jawa Pos Radar Solo.

Namun soal kans, Didik menegaskan, itu kembali lagi pada kendaraan politik yang mengusung Gibran. Apakah Gibran mendapatkan kendaraan politik atau tidak. Selain itu, hangatnya isu ini juga dipengaruhi oleh gelaran pemilihan presiden (pilpres) yang belum lama ini berakhir. Masyarakat masih terbawa efek Jokowi sehingga semakin menggerakkan berkembangnya isu ini.

“Seandainya benar Gibran akan terjun dalam bursa calon wali kota, proses yang harus dilaluinya masih panjang. Dia masih harus bertarung di internal partai politik sebagai kendaraan politiknya. Belum lagi ada kepentingan-kepentingan di elit politik yang juga jadi pertimbangan,” jelasnya.

Memang benar, sebagai generasi tokoh muda, Gibran berkesempatan meraup suara pemilih milenial lebih besar. Didik menyebut generasi milenial lebih mudah dibentuk oleh kalangan yang berasal dari generasi mereka sendiri. Ini bisa menjadi modal awal bagi Gibran, karena dia merupakan bagian dari generasi milenial.

“Tapi, ada faktor lain dalam pilkada. Di tiap daerah berbeda. Di Solo, selain popularitas, ideologi partai juga berpengaruh. Kekuatan PDIP di Solo masih kuat. Ini juga modal penting bagi calon wali kota,” sambungnya.

Didik menilai, PDIP masih sangat patuh pada pimpinan pusat. Kebijakan yang ditentukan oleh pimpinan pusat masih menjadi faktor utama. Sehingga pimpinan di daerah pun akan mematuhi segala kebijakan yang dikeluarkan oleh pimpinan pusat. “Ini masih sangat dominan dan sulit dibendung,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris DPC PDIP Solo Teguh Prakosa  menilai sosok Gibran belum memiliki jam terbang tinggi. Menurutnya, langkah Gibran dalam percaturan politik lokal masih perlu diasah.

“Kalau bicara populer, ya anak-anak muda yang muncul di sosial media itu jauh lebih populer. Saya kira itu saja tidak cukup,” kata pria yang juga masuk jadi salah satu kandidat calon wali kota dari internal PDIP itu. 

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam survei Laboratorium Kebijakan Publik Universitas Slamet Riyadi (Unisri), nama Gibran mampu bersaing dengan Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo sebagai kandidat calon wali kota. Baik itu dalam hal popularitas maupun elektabilitas. (aya/irw/bun/ria)

(rs/aya/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia