Selasa, 10 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

13 Ribu Bilik Suara Disiapkan untuk Pilkades Sragen

31 Juli 2019, 19: 12: 06 WIB | editor : Perdana

PESTA DEMOKRASI: KPU Sragen menyiapkan bilik suara untuk dipinjamkan dalam pilkades.

PESTA DEMOKRASI: KPU Sragen menyiapkan bilik suara untuk dipinjamkan dalam pilkades. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen sudah menyiapkan bilik suara pencoblosan untuk gelaran pemilihan kepala desa (Pilkades) Sragen 2019. Hingga kini baru satu kecamatan yang mengajukan surat peminjaman.

Ketua KPU Sragen Minarso menyampaikan sudah mendapat surat permintaan bantuan dari Pemkab Sragen untuk meminjamkan bilik suara. Namun KPU belum bisa memberikan bantuan lantaran masih digunakan untuk menyimpan surat suara pada pemilu. Saat ini tersedia 13.440 bilik suara bekas pemilu.

”Ada yang satu desa 4 TPS, ada yang 3 TPS, tergantung kebutuhan tiap desa beda,” bebernya.

Dari 167 desa yang menggelar pilkades di 20 kecamatan, baru Kecamatan Tanon yang sudah mengirim surat peminjaman. Pengambilan nanti akan dipusatkan di kecamatan agar efektif.

”Jadi kolektif pengambilannya, kalau tiap desa ambil sendiri boros energi,” tuturnya.

Sementara, untuk jangka waktu peminjaman belum ditentukan. Namun diperkirakan maksimal seminggu setelah pemakaian untuk segera dikembalikan.

Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Desa (Pemdes) Setda Sragen Hiladawati Aziroh menyampaikan dalam pilkades kali ini, tempat pemilihan digelar di setiap dusun. Pelaksanaan bakal digelar 26 September mendatang. Namun ada 41 desa yang masa jabatannnya baru akan habis September mendatang. Sedangkan satu kades selesai pada Desember menjelang pelantikan kades.

Hiladawati menyampaikan untuk kades yang akan maju mencalonkan diri kembali, meskipun belum selesai jabatannya tetap harus cuti. Masa pendaftaran yakni mulai 24 Juli-5 Agustus. Lantas dilakukan perpanjangan, jika tidak ada pelamar atau pelamar hanya satu orang pada 6-15 Agustus. Masa kampanye digelar pada 18-20 September.

”Bagi kades yang belum selesai masa jabatanya tapi mencalonkan diri kembali, maka harus cuti. Tugas dan kewajiban kades akan dilaksanakan PLt. Terhitung cuti sejak mendaftar,” bebernya. (din/adi)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia