Selasa, 10 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Berkas Perkara Lengkap, Pungli Alsintan Disidangkan

31 Juli 2019, 19: 30: 42 WIB | editor : Perdana

BABAK BARU: Dua tersangka saat dimintai keterangan polisi beberapa waktu lalu.

BABAK BARU: Dua tersangka saat dimintai keterangan polisi beberapa waktu lalu. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Kasus pungutan liar (pungli) alat dan mesin pertanian segera disidangkan. Polres Sragen telah melimpahkan dua tersangka ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen kemarin (30/7). Berkas perkara kasus ini sudah dinyatakan lengkap alias P21.

Dua tersangka kasus tersebut adalah mantan kepala seksi (Kasi) alsintan Dinas Pertanian (Distan) Sragen Sudaryo dan tenaga harian lepas (THL) pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT) Distan Sragen Setyo Apri Surtitaningsih. Selain penyerahan berkas perkara, polisi juga menyerahkan tersangka untuk ditahan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Sragen AKP Harno menjelaskan, berkas perkara kedua tersangka dinyatakan sudah lengkap oleh Kejari Sragen.

”Kami melimpahkan kedua tersangka, setelah melakukan penyelidikan dan penyidikan selesai. Kami sudah berkoordinasi kepada jaksa penuntut umum, beserta barang bukti,” terangnya mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan.

Sayangnya Harno belum membeberkan jumlah kerugian negara yang ditimbulkan kasus ini. ”Sementara kami menyita satu alsintan. Apakah perkara ini bisa ada perkembangan lebih lanjut? Nanti akan kami sampaikan lebih jelas,” tandasnya.

Modus kedua tersangka adalah mengalihkan bantuan alsintan yang seharusnya diberikan kepada kelompok tani yang sudah ditentukan. Namun bantuan justru dialihkan ke kelompok tani yang lain dengan syarat sejumlah imbalan. Nilai imbalannya bervariasi, sesuai dengan besar kecilnya alsintan yang diterima.

Tersangka dijerat dengan pasal 12 huruf A UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. dengan ancaman maksimal seumur hidup paling lama 20 tahun penjara dan paling singkat tiga tahun. Untuk dendanya paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sragen Agung Riyadi menjelaskan, setelah melakukan penelitian berkas kedua tersangka, pihaknya menerbitkan surat penahanan kedua tersangka.

”Penahanan kedua tersangka untuk 20 hari, mulai hari ini Selasa 30 Juli sampai dengan 18 Agustus,” terang Agung.

Untuk proses selanjutnya, pihaknya sebelum 18 Agustus akan melimpahkan berkas kedua tersangka ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang. Menurut Agung, perbuatan ini adalah suap menyuap atau gratifikasi. (din/adi)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia