Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Belasan Warga Terkena Gigitan Anjing, 1 Suspect Rabies

31 Juli 2019, 21: 24: 29 WIB | editor : Perdana

Ilustrasi Anjing

Ilustrasi Anjing

Share this      

SUKOHARJO - Dalam setengah tahun terakhir, belasan warga kena gigitan anjing dengan satu korban gigitan dinyatakan suspect rabies.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukoharjo Yunia Wahdiyati mengakui, memang banyak kasus gigitan anjing di Kota Jamu. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan banyak yang bukan kasus rabies.

"Tahun ini terdapat 16 kasus dan yang sampai diberikan vaksin antirabies (VAR) itu hanya hanya satu orang. Namun, tidak sampai ada kematian," terang Yunia Rabu (31/7).

Untuk mewaspadai penyebaran penyakit rabies akibat gigitan hewan penular rabies, dinkes melakukan beberapa upaya pencegahan. Mulai dari sosialisasi kepada masyarakat hingga tata pengobatan rabies di puskesmas dan klinik di Sukoharjo.

Jika ada warga yang terkena gigitan anjing, selain segera ditangani tim medis, kondisi kesehatannya juga akan dipantau selama sepekan. Hal itu untuk memastikan, apakah ada reaksi lanjutan atau tidak. 

Kabid Peternakan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Yuli Dwi Irianto menuturkan, meski Sukoharjo daerah bebas rabies, namun potensi penyebaran penyakit itu tetap diwaspadai. Sebab, pasokan daging anjing di Kota Jamu berasal dari Jawa Barat yang notabene merupakan daerah tidak bebas rabies.

Pos pemeriksaan ternak terdapat di Wonogiri, Sragen, dan Boyolali. Namun, berdarkan pengalaman selama ini, pedagang anjing akan melipir melintasi jalan-jalan tikus untuk menghindari pemeriksaan petugas.

"Jika ada laporan gigitan anjing, kami langsung mengamankan anjing tersebut. Seperti yang terjadi di Mojolaban dan Polokarto sebelumnya," pungkas Yuli. (rgl/ria)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia