Jumat, 06 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

BPKP Jateng Luncurkan Aplikasi, Persempit Gerak Permainan Anggaran

02 Agustus 2019, 18: 30: 54 WIB | editor : Perdana

ONLINE: Aplikasi siswaskeudes yang diluncurkan BPKP Boyolali.

ONLINE: Aplikasi siswaskeudes yang diluncurkan BPKP Boyolali. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Pemerintah desa (pemdes) jangan coba-coba mainkan anggaran. Sebab pengawasan keuangan desa kini diperketat. Setelah Badan pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jateng meluncurkan aplikasi sistem pengawasan keuangan desa (siswaskeudes).

Pengawasan ini bukan tanpa sebab. Dilakukan agar dana desa (DD) yang dikucurkan pemerintah pusat ke desa tepat sasaran. Jangan sampai ada kebocoran anggaran. Karena pemerintah saat ini sedang gencar melakukan pembangunan di kawasan pelosok.

Kepala Perwakilan BPKP Jateng Salamat Simanullang menjelaskan, dengan sistem ini, program pembangunan bisa berjalan lancar. Pengawasan maksimal memicu keseriusan pemerintah desa saat menjalankan programnya. “BPKP punya perhatian juga agar program pembangunan yang didorong pemerintah betul-betul berjalan dengan lancar,” terangnya.

Dengan sistem ini, setiap dana desa yang dikeluarkan dapat dipertanggungjawabkan. Pengelolaan keuangan desa terjamin keamanannya. Sistem aplikasi sangat membantu inspektorat daerah. Karena pengawasan jalannya pemerintahan desa se-Kabupaten Boyolali ada di tangan inspektorat. “Sekaligus ini juga bisa dipantau semua yang ada di desa. Dalam konteks nantinya diawasi inspektorat,” papar Salamat.

Hadirnya aplikasi ini diapresiasi Wakil Bupati Boyolali M. Said Hidayat. Menurutnya, dana desa yang dikelola mandiri oleh desa bisa termonitor dengan jelas. “Maka, bagaimana keseriusan kita bersama untuk membenahi keuangan desa,” ujarnya.

Said juga meminta inspektorat mengumpulkan pihak terkait. Pemerintah desa harus diberi penjelasan serta pemahaman yang utuh melalui sosialisasi. Supaya tidak terjadi kesalahan. ”Paling penting, program pembangunan yang dicanangkan terealisasi dengan jelas,” imbuhnya. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia