Sabtu, 17 Aug 2019
radarsolo
icon featured
Jateng

Produk Jateng Laris di FIM, Rusia Sepakat Impor 6 Juta Dolar

03 Agustus 2019, 07: 15: 59 WIB | editor : Perdana

KERJA SAMA: Gubernur Ganjar Pranowo saksikan MoU pengusaha Jateng dan Rusia di Moscow, Kamis (1/8) 

KERJA SAMA: Gubernur Ganjar Pranowo saksikan MoU pengusaha Jateng dan Rusia di Moscow, Kamis (1/8) 

Share this      

MOSCOW - Delegasi Jawa Tengah mencatatkan sepuluh perjanjian kerja sama investasi dan dagang di Indonesia-Rusia Business Forum di Moscow, Rusia. Kerja sama ditandai dengan penandatanganan MoU antara pengusaha Jateng dan Rusia di Ritz Carlton Hotel Moscow, Kamis (1/8).

Rusia sepakat akan impor berbagai produk. Di antaranya produk kapsul jamu senilai USD5.000.000, produk karagenan dan jelly USD 55.000, dan produk mebel USD 1.000.000. Rusia juga memesan produk gula merah organik senilai total USD 100.000 dan produk kerajinan bambu senilai USD 6.000.

Forum bisnis ini merupakan rangkaian Festival Indonesia Moscow yang digelar setiap tahun. Pameran produk dan kebudayan ini menyedot 1.000 pengunjung dan pengusaha Rusia. Delegasi Jateng yang dipimpin langsung Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ikut ambil bagian dalam festival  yang dibuka pada Jumat (2/8). Meski bukan termasuk delegasi dengan personel terbanyak, namun promosi investasi dan perdagangan Jateng sangat efektif.

Selain berhasil mencatatkan kerja sama ekspor, Jateng juga dilirik investasi di bidang industri dan infrastruktur. Di antaranya dari PT Asia Starch International dan PT Dredolf Indonesia untuk Investasi Industri Starch Terintegrasi senilai 1 miliar Euro. Kemudian dari Evrascon juga berminat menjajaki investasi infrastruktur di Jateng seperti jalan, bandara, dan pelabuhan.

Menurut Ganjar, panen kerja sama ini tidak mengejutkan. Sebab, provinsi yang dipimpinnya saat ini punya daya saing tertinggi di Indonesia. Selain kondusifitas wilayah dan ketersediaan tenaga kerja dengan standar upah kompetitif, Jateng punya berbagai kemudahan investasi. Seperti pelayanan perizinan terpadu, reformasi peraturan perizinan dengan sistem online.

”Kemarin kita dapat peringkat pertama pada investment award oleh pemerintah pusat,” kata Ganjar.

Pencatatan ekspor di Moscow, lanjut Ganjar, memperkuat ekspor Jateng ke Rusia yang nilainya cenderung naik. Pada 2017 sebesar 23 juta dolar Amerika naik menjadi 30 juta dolar Amerika pada 2018. Komoditi ekspor yang paling banyak diminati Rusia selama ini yakni pakaian jadi bukan rajutan, alas kaki, kayu dan barang dari kayu, barang rajutan, dan perabot penerangan.

Ganjar berharap selama festival yang berlangsung hingga 4 Agustus ini semakin banyak produk Jateng yang bisa dijual di Negeri Beruang Merah. ”Ada banyak produk kita yang berkualitas dan menarik seperti kacang, kopi, furniture, gula merah organik, biskuit dan makanan ringan, batik lurik dan lainnya, kita berharap semakin laris dan meningkat ekspornya,” kata Ganjar. (kom/bun)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia