alexametrics
Minggu, 28 Feb 2021
radarsolo
Home > Sukoharjo
icon featured
Sukoharjo

Pakai E-Voting, Pilih Ketua OSIS cuma 1 Menit

03 Agustus 2019, 14: 30: 59 WIB | editor : Perdana

PRAKTIS: Murid SMPN 1 Sukoharjo menggunakan hak suaranya dalam pemilihan ketua OSIS menggunakan sistem e-voting.

PRAKTIS: Murid SMPN 1 Sukoharjo menggunakan hak suaranya dalam pemilihan ketua OSIS menggunakan sistem e-voting. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Memanfaatkan perkembangan teknologi, SMPN 1 Sukoharjo menggelar pemilihan ketua organisasi siswa intra sekolah (OSIS) berbasis elektronik voting (e-voting), Jumat (2/4). 

Berbeda dengan pemilihan tahun sebelumnya yang hanya diikuti perwakilan kelas, pemilihan OSIS periode 2019-202 kali ini diikuti seluruh siswa dan guru.

Sejak pukul 07.30, murid kelas 1-3 SMPN 1 Sukoharjo mengantre di halaman sekolah menanti namanya dipanggil untuk masuk ke bilik suara. Meskipun diikuti sekitar 1.000 orang, pemilihan berjalan singkat. Hanya butuh waktu 1-3 menit untuk meng-klik nama pasangan calon yang dipilih.

Pembina OSIS SMPN 1 Sukoharjo Purwanto mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan melatih siswa berdemokrasi. "Penerapan e-voting juga melatih siswa memilih secara luber jurdil (langsung umum bebas rahasia jujur dan adil) sesuai pilihan masing-masing. Penerapan e-voting ini selain praktis juga menghemat waktu dan dipastikan tidak ada kecurangan," beber dia.

Sebelum berhak dipilih, kandidat ketua OSIS harus melalui beberapa tahapan. Seperti tes tertulis dengan total peserta 62 siswa. Mereka kemudian terseleksi dan menyisakan 28 siswa. Berlanjut tes wawancara untuk menentukan kadidat ketua yang menyisakan tiga pasangan calon (paslon).

"Setelah terpilih ketiga paslon mereka akan melakukan orasi visi dan misi. Terakhir baru dilakukan pemilihan e-voting," katanya.

Ketiga paslon terpilih yaitu Marcelius Devananda-Sabruna Dian Parasika Ujiantya, Farrel Fitria Nathania Kuncara-Ryan Wahyu Pratama, dan Abdiel Evan Aristo-Athifah Nadua Syafa.

Ketua OSIS periode 2018-2019 Rayhan Fikri Ardiansyah menambahkan, pihaknya menyedia 16 bilik suara dengan satu bilik khusus untuk guru. "Jadi (data) masuk sistem online. Pemilih harus memasukan NIS (Nomor Induk Siswa). Laptop langsung terhubung server dan dapat cepat memunculkan hasil perhitungan dalam bentuk tabulasi presentase, diagram, grafik maupun angka," urainya.

Server e-voting dibuat oleh Rayhan bersama tim IT OSIS selama sepekan. Mereka sempat gagal selama tiga kali. Soal keamanan data dijamin 100 persen. “Hanya admin yang bisa mengakses server. Selain itu, petugas OSIS akan mengawasi di sekitar bilik suara untuk menanggulangi adanya kecurangan. Setelah proses e-voting selesai, warga sekolah dapat melihat hasilnya di layar yang telah kami pasang di halaman sekolah," tutur dia. (rgl/wa)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news