Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Dandim 0724/Boyolali Ajak Masyarakat Persempit Paham Radikalisme

03 Agustus 2019, 15: 20: 59 WIB | editor : Perdana

ANJURAN: Komsos di aula Kodim 0724/Boyolali, Selasa (31/7).

ANJURAN: Komsos di aula Kodim 0724/Boyolali, Selasa (31/7). (TRI WIDODO/RADAR SOLOO)

Share this      

BOYOLALI – Dandim 0724/Boyolali Letkol Kav Herman Taryaman menilai benih-benih radikalisme masih ada. Jika tak diantisipasi, berpotensi membahayakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berlandaskan UUD 1945 dan Pancasila.

Hal itu disampaikan dandim saat kegiatan komunikasi sosial (komsos) di aula Kodim 0724/Boyolali, Selasa (31/7). Mengangkat tema Cegah Radikalisme dan Separatisme. “Padahal, ormas (organisasi massa) yang bertentangan dengan Pancasila sudah jelas-jelas tidak diperbolehkan,” papar pria yang juga mantan Komando Satuan Eskadron Kavaleri Panser (Dronkavser) Paspampres ini.

Pada kesempatan ini, dandim menyebut pelaksanaan pemilu di Boyolali, April lalu berjalan aman dan lancar. Begitu pula pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak, 29 Juni kemarin. Semua tak lepas dari peran tokoh masyarakat. 

Namun, ada hal yang perlu diantisipasi. Yakni masih adanya benih-benih radikalisme di tengah masyarakat. Masyarakat perlu waspada terhadap sekolah yang diduga terpapar radikalisme. Ambil contoh, anak didik diajari tidak hormat terhadap bendera merah putih. Serta tidak menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

”Doktrin yang salah ini jelas merusak generasi muda. Tak hanya sekolah saja. Doktrin itu masuk secara individu, baik melalui sosial media atau perorangan,” bebernya.

Oleh sebab itu, masyarakat diajak mengawasi dan memberikan arahan kepada generasi muda. Sebab radikalisme ini akan berkembang menjadi separatisme. Lalu membentuk organisasi tersendiri. Contohnya di Papua, ada kelompok yang ingin memisahkan diri dari NKRI.

“Mari kita tangkal dan cegah bersama dengan Pancasila dan UUD 1945. Kita dukung pembangunan Boyolali untuk lebih maju,” papar dandim. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia