Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola
1 Persis Solo vs Persewar Waropen 0

Persis Menang, Makin Dekat dengan Capolista

04 Agustus 2019, 06: 15: 59 WIB | editor : Perdana

LEGA: Pemain Persis Solo merayakan gol penalti Iman Budi ke gawang Persewar Waropen di Stadion Wilis Madiun, kemarin (3/8).

LEGA: Pemain Persis Solo merayakan gol penalti Iman Budi ke gawang Persewar Waropen di Stadion Wilis Madiun, kemarin (3/8). (ADI PRASETYAWAN/RADAR SOLO)

Share this      

MADIUN – Persis Solo meraih hasil cukup memuaskan dalam laga lanjutan Liga 2 2019 pekan ini. Melawan Persewar Waropen di Stadion Wilis Madiun (3/8), Laskar Sambernyawa –julukan Persis– berhasil menang tipis 1-0.

Hasil ini membuat Persis naik ke papan atas klasemen sementara Grup Timur. Persis naik setelah pekan lalu ada di posisi kelima. Tambahan tiga poin ini membuat Persis sukses menabung 13 poin dari hasil tiga kali menang, empat seri dan sekali kalah. Tabungan poin Persis hanya kalah dari Persik Kediri (16 poin), dan PSIM Jogja yang sudah menabung 15 poin.

Peluang Persis untuk jadi pemuncak klasemen (capolista) di Grup Timur cukup terbuka. Khususnya menggeser posisi Persik dan PSIM beberapa pekan ke depan. Ini cukup potensial mengingat tiga dari empat laga sisa di bulan ini berstatus laga kandang. Walaupun pekan depan (8/8) Persis harus menjalani laga tandang dulu ke markas PSBS Biak.

Karteker Persis Solo Choirul Huda mengaku perjuangan pemainnya benar-benar luar biasa, khususnya saat timnya sukses menang atas Persewar. Walaupun itu ditentukan lewat gol titik putih dari kaki Iman Budi Hernandi di menit ke-62’. Setelah sebelumnya Hapidin di langgar di kotak terlarang.

"Tidak mudah meraih kemenangan dari Persewar Waropen. Pemain ada beban dalam bermain, dan itu wajar. Walaupun dari sisi permainan tentu saya kurang puas. Mereka bermain cukup sabar, karena sadar lawan tak mudah untuk dikalahkan," ujarnya. 

Usai kalah telak 0-3 di kandang Persiba Balikapan dan ditahan seri di kandang dari Persik Kediri (1-1) dan Madura FC (0-0), timnya memang mengalami banyak perubahan dari sisi permainan. 

"Hasil enam kali laga beruntun tak pernah kalah. Tentu jadi catatan yang lumayan bagus. Sajak lawan Martapura Fc kita ajak pemain bicara agar bisa satu tujuan. Kita awal musim memang kurang berkembang, terutama lini tengah,” ucap pria asal Malang yang sebelumnya melatih Perseru Serui tersebut.

Di kubu Persewar, ternyata kekalahan ini membuat mereka bimbang bukan main. Lantaran pada laga tandang sebelumnya, mereka juga kalah 0-1 dari tuan rumah PSIM. Itu juga sama menyakitkannya, karena Laskar Mataram (julukan PSIM) bisa menang karena gol penalti. 

“Mungkin kita kurang beruntung saja. Kurang ketenangan tadi mainnya. Sehingga ada beberapa peluang yang mestinya gol, tapi tidak bisa dimanfaatkan. Kinerja wasit memang sudah bagus, dan penaltinya juga wajar tadi,” terang Asisten Pelatih Persewar Carolina Ivakdalam.

“Dua kali away selalu kena penalti cukup menyakitkan. Enggak tahulah kenapa. Kita sudah mati-matian latihan, dan capek juga. Tapi selalu kena gol penalti pas away,” sambungnya. (adi/nik/wa)

(rs/adi/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia