Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Wali Kota Berharap Persis Bisa Berprestasi

04 Agustus 2019, 14: 30: 59 WIB | editor : Perdana

LAGA SULIT: Winger Persis Solo Nanang Asripin (jersey merah) melepaskan diri dari kawalan pemain Persewar Waropen di Stadion Wilis Madiun.

LAGA SULIT: Winger Persis Solo Nanang Asripin (jersey merah) melepaskan diri dari kawalan pemain Persewar Waropen di Stadion Wilis Madiun. (BAGAS BIMANTARA/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Persis Solo sempat banjir cibiran diawal musim. Susan menang, ditambah kinerja manajeman juga disorot. Semakin jadi buah bibir, setelah beberapa keputusan yang tak membuat suporter puas, membuat pemain k-12, baik Pasoepati maupun Surakartans memutuskan untuk memboikot dukungannya secara langsung ke Persis.

Walaupun masih ada suporter yang tak mengindahkan kebijakan petinggi komunitas untuk tetap hadir ke Stadion Wilis mendukung Persis berlaga, tetap saja jumlahnya tak banyak.

Wali Kota Surakarta, F.X. Hadi Rudyatmo sangat berharap Persis bisa berprestasi musim ini.

”Satadion Manahan sudah bagus dan megah, sudah saatnya Persis masuk Liga 1,” terangnya saat kemarin meninjau Stadion Manahan yang direncanakan akan selesai pada bulan depan.

Dari sisi perkembangan, ternyata Persis mengalami langkah positif. Setelah sempat ada di dasar klasemen di pekan ketiga, ternyata usai hasil kemenangan 1-0 atas Persewar Waropen, kini Persis sukses meroket ada di posisi ketiga Grup Timur.

Banyak pihak tentu semakin optimistis target Liga 1 yang sempat diutarakan manajemen, bukan sebatas bualan semata. “Saya harap memang polemik yang terjadi antara manajemen dan suporter bisa segera selesai. Saya harap juga Persis bisa dikembalikan ke masyarakat Solo,” terang orang nomor satu di Kota Solo tersebut.

Sebelumnya ratusan anggota Pasoepati dan Surakartans memang berdemodi Balai Kota untuk menyuarakan beberapa orasinya. Salah satunya mengharapkan sekjen Persis Dedy M Lawe untuk mundur dari jalatannya. Suporter menganggap beberapa konflik yang muncul di awal musim, kebijakan manajeman yang dikomandoi Dedy M Lawe yang penuh konrofersial. Mulai dari pemilihan launching tim, hingga pencoretan manajer secara dadakan.

“Minggu lalu saya ke SOLO dan mendengarkan nasihat dari para sesepuh suporter, akhirnya memang sepantasnya Dedy Lawe kita berhentikan. Kenapa baru sekarang, karena memang kita butuh proses,” terang Direktur Utama PT Persis Solo Saestu, Eddy Junaedi saat mengadakan pertemuan dengan suporter, Sabtu malam.

Dia berharap tak ada masalah lanjutan, termasuk suporter bisa kembali mendukung total Persis Solo, baiklaga kandang maupun tandang. ”Inikan masih dalam masa transisi manajemen dari Dedi M Lawe ke Sigid Rudi Gunawan (sekjen baru Persis). Jadi tentu butuh proses penyesuaian. Jujur apa yang terjadi sebelumnya, mulai dari demo hingga boikot, saya awalnya tidak tahu sama sekali. Secara pribadi saya meminta maaf,” tuturnya. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia