Senin, 18 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Olahraga

Legenda Judo, Oentung P Setiono Berpulang saat Ikut Surabaya Marathon

05 Agustus 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Perdana

FOTO TERAKHIR: Oentung P Setiono saat baru lari dari garis start Surabaya Marathon 2019.

FOTO TERAKHIR: Oentung P Setiono saat baru lari dari garis start Surabaya Marathon 2019. (ANDRE PUTRO SETIONO FOR RASO)

Share this      

Usia dan umur manusia tak akan ada yang pernah tahu. Seperti juga yang dirasakan mantan atlet judo, Soentung P Setiono. Seperti ini kisahnya?

NIKKO AUGLANDY, Solo, Radar Solo

Rumah Duka Thiong Ting, sore kemarin terlihat cukup ramai di salah satu sudut ruangan. Tangis sendu bermunculan, di depan kamar, tempat jasad Oentung P Setiono dibaringkan. Oentung meninggal saat mengikuti kejuaraan lari Surabaya Marathon 2019.

“Saya awalnya kaget mendengar kabar tersebut. Setelah dinyatakan meninggal dan dibawa ke Solo, saya langsung bergegas ke sini,” terang sang kakak, Andre Putro Setiono kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin.

Impian kakak tertuanya, Andi Putro Setiono untuk mengajak sang adik mengikut kejuaraan Marathon di Berlin Jerman, 6 Oktober nanti.

”Padahal ini dia sudah daftar. Sembari jalan-jalan di negara tempat kakak saya sekarang tinggal. Dia ingin ikut lomba lari juga di luar negeri pertama besok,” terang Andre.

“Direncanakan setelah dari Surabaya, pak Oentung sebenarnya ingin menjajal kejuaraan lomba sepeda perdananya di Jakarta 44 KM, 18 Agustus nanti,” sahut rekannya, Muklis yang kebetulan ikut dengannya di Surabaya, yang kebetulan berdiri di samping Andre.

 Oentung, 55, ikut lomba di surabaya dengan nomor peserta 5755, yang terdaftar dari Jakarta. Korban yang mengikuti kategori 10 KM. Oentung sempat pingsan saat di Jalan Basuki Rahmat. Setelah mendapat pertolongan pertama korban langsung dilarikan ke IGD RSU dr Soetomo, kemudian dinyatakan meninggal dunia dan langsung dibawa ke Solo.  

Dia tak sendiri ada satu orang peserta lainnya yang juga meninggal. Jurnalis senior Jawa Pos Husnun N. Djuraid, 60, yang juga tercatat sebagai pendiri Malang Post. Husun terjatuh saat berlari di Jalan Pemuda, tepatnya di depan kantor Bank BTPN.Menurut keterangan keluarga, korban memang memiliki riwayat penyakit jantung.

Di lain sisi, Oentung meninggakan istri Limar Anjani dan dua anaknya. Oentung sendiri ternyata tercatat sebagai mantan atlet nasional judo. Dia sempat jadi juara SEA Games dan Asian Games di dekade tahun 1980an-1990an.

”Dia jadi juara SEA Games dan Asian Games sebanyak empat atau lima kali. Terakhir dia ikut di SEA Games Manila (1991). Kalau Asian Games terakhir itu di Beijing (1990). Setelah pensiun dia jadi pelatih, dan sempat jadi pelatih pelatnas juga. Kini dia bekerja di Sinar Mas. Dan sejak masuk Pelatnas di tahun 1980an, dia sudah tinggal di Solo. Di keluarga besar, hanya dia dan saya yang jadi atlet judo. Tapi hanya dia yang jadi atlet nasional,” terang Andre.

Herry King, rekan Oentung yang ikut rombongan lari di Surabaya merasa tak percaya rekannya pergi saat ikut kejuaraan. 

”Kebetulan di Surabaya dia dan saya satu kamar. Tadi malam (3/8) dia sempat ngobrol ke sana sebelum tidur jam 9 (malam).  Bilang aku ngantuk, tak tidur duluan ya. Baru nengok mau jawab, ternyata dia sudah tidur dan langsung ngorok. Gak sambat apa-apa sebelumnya. Pas lomba pun sempat barengan di kilometer ketiga, setelah itu saya tinggal. Tau-tau saya dapat kabar usai lomba, kalau dia dilarikan ke rumah sakit. Kagetnya ternyata dia sudah tiada,” terangnya yang juga langsung ikut membawa Oentung ke Solo.

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia