Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Tersangka Kasus Korupsi Dana Nasabah BKK Tawangsari Masih Buram

05 Agustus 2019, 17: 08: 53 WIB | editor : Perdana

Tersangka Kasus Korupsi Dana Nasabah BKK Tawangsari Masih Buram

SUKOHARJO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo hingga kini belum menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana simpanan nasabah dan kredit fiktif PT BKK Jawa Tengah unit Tawangsari. Kerugian yang ditaksir mencapai Rp 5 miliar dalam kurun waktu 12 tahun tersebut masih belum ada kejelasan.

Kepala Kejaksaan (Kajari) Sukoharjo Tatang Agus V. pada Minggu (4/8) mengatakan, pihaknya terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Meski demikian pihaknya belum bisa menetapkan tersangka penggelapan dana nasabah ini.

”Pemeriksaan yang dilakukan penyidik terhadap saksi-saksi masih berjalan. Namun, sampai hari ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka,” terang Tatang.

Kasi Pidana Khusus Kejari Sukoharjo Yudhi Teguh Santosa menambahkan, pemeriksaan telah dilakukan pada belasan saksi. Kebanyakan saksi korban berasal dari kalangan petani dan pelaku UMKM.

Penyimpangan sendiri terjadi sejak 2006 silam dan baru terendus 2018 lalu. Modus yang digunakan dengan mencatat tabungan nasabah secara manual yang tidak terbaca dalam sistem komputer di unit BKK Tawangsari. Selain itu modus lain yang digunakan adalah kredit fiktif.

”Saat ini penyidik terus maraton mengusut kasus dugaan korupsi pada BKK Sukoharjo unit Tawangsari dengan meningkatkan dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Pemanggilan dan pemeriksaan saksi terus berjalan, tetapi belum ada penetapan tersangka,” terangnya. 

Yudhi menjelaskan masih terus mengumpulkan data jumlah nasabah. Data sementara sampai saat ini ada seratusan simpanan dana nasabah yang bermasalah dan belasan kredit fiktif. Pihaknya juga terus melakukan penyidikan lebih lanjut terkait jumlah tersangka. Apakah dilakukan secara berjamaah atau perorangan.

”Yang jelas modus pelaku dengan menggunakan buku tabungan lama yang sudah tidak dipakai lagi oleh BKK Sukoharjo Cabang Tawangsari sebagai buku tabungan nasabah. Buku tabungan ini merupakan stok lama sebelum 2010,” katanya. (rgl/adi)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia