Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Piramida dari Kumpulan Sampah Plastik Pendaki 

06 Agustus 2019, 09: 15: 59 WIB | editor : Perdana

GO GREEN: Warga Dusun Surodadi, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Boyolali menyelesaikan pembuatan piramida dari bahan botol plastik bekas, kemarin (5/8).

GO GREEN: Warga Dusun Surodadi, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Boyolali menyelesaikan pembuatan piramida dari bahan botol plastik bekas, kemarin (5/8). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Masalah sampah plastik tak hanya dihadapi Indonesia. Tapi juga masyarakat di seluruh dunia. Nah, lewat kreativitasnya, warga Dusun Surodadi, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Boyolali memanfaatkan botol plastik bekas dari para pendaki jadi berdaya guna. Sampah tersebut disulap jadi piramida.

Piramida ini terpasang di simpang empat Jalan Gebyok-Jeruk, Selo. Lebar piramida sekitar 12 dan tinggi 4 meter. Belasan ribu botol plastik bekas ukuran 1,5 liter dirangkai dengan kawat besi. Dihias bendera Merah Putih di puncaknya.

Di bagian depan piramida, dipasang tulisan Dusun Surodadi. Menariknya, pewarnaan botol tanpa menggunakan cat. Cukup memasukkan sampah plastik warna-warni ke dalam botol.

“Sengaja kami pilih sampah plastik untuk membuat piramida. Kami habiskan sekitar 12 ribu botol plastik bekas. Masih butuh penyempurnaan lagi,” kata warga Dusun Surodadi Tarno yang juga Ketua Kelompok Pecinta Alam (KPA) Rajawali, kemarin (5/8).

Belasan ribu botol bekas dikumpulkan warga selama sebulan. Diambil dari lingkungan sekitar serta sampah di Gunung Merbabu. Milik pendaki yang naik-turun di jalur Selo. Kebetulan, Dusun Surodadi dekat dengan basecamp dan pintu pendakian Merbabu jalur Selo.

“Pengerjaan piramida membutuhkan waktu sekitar sebulan. Tujuan kami untuk mengurangi sampah plastik di lereng Merbabu. Khususnya di lingkungan Surodadi, juga lingkungan Taman Nasional Gunung Merbabu,” ujar Tarno.

Diakui Tarno, sampah plastik yang dihasilkan pendaki cukup banyak. Apalagi di musim-musim liburan. Per hari bisa sampai 1.000 botol plastik. Sayangnya, selama ini pengelolaan sampah hanya dibakar saja. Padahal, pembakaran sampah plastik justru menimbulkan permasalahan baru bagi lingkungan. “Karena itu botol plastik bekas kami manfaatkan jadi piramida. Sekaligus memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-74,” imbuhnya.

Parsidi, 50, warga sekitar mengaku banyak pesan moral dari pembuatan piramida ini. “pertama kampung kami lebih semarak dan indah. Kedua, ikut menyadarkan warga untuk mencintai lingkungan. Caranya dengan memanfaatkan sampah plastik,” bebernya. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia