Sabtu, 21 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Razia Pelajar Bolos, Satpol PP Selalu Dapati Wajah Baru

06 Agustus 2019, 14: 05: 59 WIB | editor : Perdana

KECEWAKAN ORTU: Oknum pelajar bolos mendapatkan pembinaan di kantor Satpol PP Surakarta.

KECEWAKAN ORTU: Oknum pelajar bolos mendapatkan pembinaan di kantor Satpol PP Surakarta. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Satpol PP Surakarta kembali melakukan pembinaan 21 pelajar yang kedapatan sedang nongkrong di warung saat jam pelajaran berlangsung, Senin (5/8).

"Kami datangi dan 20 pelajar itu sedang ada di dalam warung, sementara satu pelajar lainnya kami amankan di lokasi lain. Mereka berasal dari berbagai sekolah," kata Kepala Bidang Penegakan Peratiran Daerah Joko Mardianto, Senin (5/8).

Di kantor satpol PP, para pelajar diberikan materi soal kewarganegaraan dan nasionalisme dengan cara diminta menyebutkan lima sila Pancasila dan baris berbaris. Selanjutnya dipertemukan dengan orang tua. “Pelajar bolos ini kami minta buat pernyataan di depan orang tua dan minta maaf atas tindakan tidak disiplin yang dilakukan. Semuanya wajah baru,” ungkapnya.

Dalam sebulan, satpol PP melakukan sebanyak tiga kali razia. Bukan hanya itu, mereka juga melakukan pertemuan bersama dinas terkait, sekolah, dan orang tua murid. "Ini program satpol PP peduli pendidikan," terang Kepala Satpol PP Surakarta Sutarjo.

Guna mencari solusi kenakalan remaja tersebut, imbuh Sutarjo, pihaknya menggandeng Dinas Pendidikan Surakarta. "Masa tiap operasi banyak terus (oknum pelajar bolos). Jadi yang bermasalah itu siswanya apa sekolahnya,” tegas dia. 

Sebelumnya, razia juga dilakukan Polsek Laweyan dengan menyasar kompleks makam Juru Martani RT 04 RW 09 Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kamis (25/7). Hasilnya sembilan oknum pelajar kedapatan asyik nongkrong di lokasi tersebut.

Kanit Binmas Polsek Laweyan Iptu Endang Tri Handayani mengatakan, razia tersebut menindaklanjuti keluhan masyarakat karena banyak pelajar nongkrong di kuburan saat jam pelajaran. Guna memberikan  efek jera, baik pihak sekolah maupun masing-masing orang tua siswa dipanggil ke polsek untuk diberi pembinaan.

Handphone  oknum pelajar juga diperiksa dan ditemukan beberapa smartphone berisi video pornografi. Para siswa yang bolos diminta membuat surat perjanjian bersama sebagai  komitmen tidak mengulangi perbuatannya. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia