Minggu, 26 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Berita Daerah

Iklan Rokok Masih Terpampang di Kawasan Sekolah 

07 Agustus 2019, 10: 10: 59 WIB | editor : Perdana

Kawasan sekolah memasang spanduk menolak rokok.

Kawasan sekolah memasang spanduk menolak rokok.

Share this      

SOLO - Berdasarkan monitoring Forum Anak Kota Surakarta, masih ada seribuan iklan rokok tersebar di Kota Bengawan. Bahkan, sebagian iklan tersebut terpampang di kawasan sekolah.

Pendamping Forum Anak Kota Surakarta Aprilia Dian mengatakan, pihaknya rutin mengampanyekan Solo Bebas Asap Rokok sejak beberapa tahun sebelumnya. Beberapa waktu terakhir, forum anak juga mendorong pemkot dan DPRD segera merampungkan penyusunan rancangan peraturan daerah (Raperda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR). 

”Kami ingin Raperda KTR itu segera digedok oleh pemerintah dan bisa diterapkan. Tujuannya untuk menciptakan ruang publik yang makin ramah anak,” kata Dian kepada Jawa Pos Radar Solo Selasa (6/8).

Sebelumnya Forum Anak Kota melakukan monitoring soal iklan rokok di Solo. Hasilnya, masih ada lebih dari 1.000 iklan rokok tersebar di berbagai sudut kota. Mayoritas ada di sekitar kawasan sekolah. ”Setelah adanya Perda KTR, harapannya tidak lagi ditemukan iklan rokok di kawasan sekolah. Karena sangat berpotensi merangsang anak untuk mencoba merokok,” jelas Dian. 

Ditegaskan dia, Forum Anak Kota bukan bermaksud melarang seseorang untuk merokok. Namun, mereka meminta ada regulasi yang pasti untuk mengatur permasalahan iklan, promosi, dan sponsor rokok. 

”Beberapa kawasan sudah diatur untuk bebas rokok, seperti runah sakit, kantor pemerintah, ruang dan bermain anak. Nah, kalau bisa ke depan kawasan sekolah juga bebas. Poinnya bukan hanya lingkungan sekolah, tapi juga kawasan sekitar sekolahnya,” papar dia.

Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda KTR Sugeng Riyanto menuturkan, pansus telah melakukan pembahasan dengan bagian hukum Pemprov Jateng dan Pemkot Surakarta. Pada pembahasan terakhir juga dimasukkan pasal tambahan soal iklan, promosi, dan sponsor rokok di Kota Bengawan. 

”Basiknya semua berjalan baik. Tinggal arahnya nanti pelarangan iklan, promosi, dan sponsor rokok di luar ruangan. Apakah akan pelarangan total, baik di luar ruangan maupun di dalam ruangan atau tidak. Ini yang masih dalam pembahasan," tandas Sugeng. (ves/ria)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia