Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Peron KA Bandara Tampung 1.000 Penumpang

08 Agustus 2019, 08: 05: 59 WIB | editor : Perdana

MENJULANG: Bangunan peron kereta bandara di Stasiun Balapan ini tampak megah. Meski sudah selesai dikerjakan Juni lalu, namun belum digunakan.

MENJULANG: Bangunan peron kereta bandara di Stasiun Balapan ini tampak megah. Meski sudah selesai dikerjakan Juni lalu, namun belum digunakan. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO )

Share this      

SOLO – Penampakan peron kereta bandara di Stasiun Solo Balapan didesain sangat megah. Bangunan dua lantai dengan luas 645  meter persegi ini mampu menampung 1.000 penumpang. Namun operasional kereta ini masih menunggu selesainya pembangunan rangkaian rel.

Project Manager PT KA Properti Manajemen Sugeng Saputro mengatakan, peron KA Bandara Adi Soemarmo di Stasiun Solo Balapan selesai dibangun pada 30 Juni lalu. Selanjutnya tinggal masa pemeliharaan selama delapan bulan. Peron ini merupakan lokasi naik dan turunnya penumpang yang datang maupun berangkat ke Bandara Adi Soemarmo Solo.

“Dalam membuat desain ini, KAI memiliki konsultan. Jadi secara artistik detail disesuaikan dengan kota dan manfaatnya. Ada dua lantai. Lantai satu digunakan sebagai peron dan lantai dua sebagai ruang tunggu,” terang Sugeng kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (7/8). 

Luas lantai satu 645 meter persegi dan lantai dua sebesar 1.299 meter persegi dihubungkan dengan dua unit elevator dan tiga unit eskalator. Sampai saat ini bangunan peron KA bandara di Stasiun Solo Balapan masih berkonsep artistik futuristik sehingga terlihat megah. Dindingnya menggunakan kaca tempered glass. Pada lantai dua peron tidak hanya terdapat kursi tunggu bagi penumpang, tapi juga disiapkan delapan stand bagi mitra KAI sebagai tenan.

Dengan luasan tersebut, Sugeng menghitung setidaknya 1.000 penumpang bisa tertampung di peron tersebut. Tak hanya megah, peron tersebut juga sudah ramah difabel. Ada fasilitas kursi dorong dan elevator yang disediakan. Peron juga ramah lingkungan, karena tidak ada satupun ruang khusus merokok. “Jadi peron ini bebas dari rokok,” ujarnya. 

Ditanya mengenai kapan bisa segera dioperasikan, Sugeng mengaku belum bisa memberikan tanggal pasti. Sebab, masih ada pengerjaan yang harus diselesaikan terkait rangkaian rel yang menghubungkan bandara dengan Stasiun Solo Balapan. Akses keluar dan masuk peron, Sugeng mengatakan, memang harus menggunakan jalur sky bridge di area Stasiun Solo Balapan. Sisi timur peron sebagai gate out dan sisi barat sebagai get in.

“Operasionalnya memang menunggu dari KAI dan bandara. Kalau unit gerbong keretanya sudah siap. Kereta Api Solo Ekpres sudah pernah diuji coba sebelumnya,” tandasnya.

Sebelumnya, General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo Abdullah Usman mengatakan untuk pembangunan stasiun bandara tinggal menanti selesainya proyek pembangunan rel kereta api di bawah tanggung jawab Balai Teknik Perkeretaapian Industri Kereta Api (INKA).

“Dengan adanya stasiun bandara, kemudian terminal yang baru ini bisa meningkatkan pengunjung yang menggunakan bandara. Apalagi jadwal umrah kita di Solo dan sekitarnya cukup tinggi. Kereta bandara akan melayani dulu rute dari bandara ke Stasiun Balapan-Kutoarjo. Begitu pula sebaliknya,” ujarnya. (gis/bun)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia