Senin, 26 Aug 2019
radarsolo
icon featured
Travelling

Eksotisme Air Terjun Kedung Kayang

08 Agustus 2019, 16: 16: 04 WIB | editor : Perdana

MENAWAN: Wisatawan menikmati Air Terjun Kedung Kayang di lereng Merapi, belum lama ini.

MENAWAN: Wisatawan menikmati Air Terjun Kedung Kayang di lereng Merapi, belum lama ini. (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Share this      

DI lereng Gunung Merapi, tersebar objek wisata nan eksotis. Salah satunya Air Terjun Kedung Kayang di Dusun Wonolelo, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Hanya berjarak 15 menit dari Kecamatan Selo, Boyolali.

Air Terjun Kedung Kayang bisa menjadi alternatif bagi para traveler maupun pelancong. Terlebih, objek wisata tersebut kini terus bersolek. Mempercantik diri dengan menambah wahana spot selfie berlatar belakang Gunung Merapi, air terjun, dan hamparan perbukitan.

“Banyak yang sudah mengenal Air Terjun Kedung Kayang. Karan sekarang sudah ada spot selfie yang dibangun sejak 2015. Pengunjung bisa menikmati sunset yang menawan,” kata Kabag Pemasaran Pengelola kelompok ODTW Kedung Kayang, Surono.

Surono menceritakan, Air Terjun Kedung Kayang memiliki cerita turun-temurun. Dulunya, kawasan ini merupakan medan pertempuran tiga empu sakti. Yakni Empu Panggung, Empu Putut, dan Empu Gadung Melati. 

Ketiganya adu kesaktian dan melempar telur dari bukit ke dasar jurang. Telur yang tidak pecah, maka akan jadi pemenangnya dan diakui kesaktiannya. Namun, ketiga telur yang dilempar tidak ada yang pecah, sehingga tidak ada pemenangnya.

Ketiganya kemudian bertapa di Air Terjun Kedung Kayang. Ketiga titik tempat bertapa tersebut masih bisa ditemui hingga kini. “Percaya atau tidak, tapi cerita sesepuh memang begitu,” imbuhnya.

Sayangnya, keindahan air terjun tak bisa dinikmati di musim hujan. Akses ke sungai di bawah air terjun ditutup. Karena dinilai membahayakan. Sewaktu-waktu limpahan air dari Kali Belan di puncak Merapi bisa berubah jadi bah. “Biasanya ditutup Oktober sampai Februari. Berbahaya,” tandasnya.

Yanti, 38, pengunjung asal Kota Surabaya, Jawa Timur mengaku puas dengan objek wisata yang ditawarkan. “Saya tahunya dari media sosial. Saya pikir keren juga ini. Akhirnya saya datang diantar teman dari Jogja. Ternyata tidak salah. Bagus banget. Sayang enggak ke lokasi air terjun.Baru jalan sebentar tidak kuat, jauh, capek,” ucapnya. (bas/JPG/fer)

(rs/jpg/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia