Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Penggawa Persis Minim Jam Terbang di Papua

08 Agustus 2019, 16: 33: 39 WIB | editor : Perdana

ON FIRE: Imam Budi Hernandi kembali diandalkan menjadi kreator serangan Persis saat melawan PSBS Biak sore ini.

ON FIRE: Imam Budi Hernandi kembali diandalkan menjadi kreator serangan Persis saat melawan PSBS Biak sore ini. (BAGAS RADAR MADIUN)

Share this      

SOLO – Jelang laga melawan PSBS Biak di Stadion Cendrawasih siang ini (kick-off pukul 13.30 WIB), ada kendala yang dihadapi Persis Solo. Yakni faktor cuaca yang bisa berubah sewaktu-waktu.

Faktor tersebut dikhawatirkan jadi pengganjal penggawa Laskar Sambernyawa, julukan Persis untuk mencuri poin dalam lawatannya ke tanah Papua kali ini. Ditambah lagi, sebagian besar penggawa Persis minim jam terbang berlaga di Papua. Hal itu diakui sang karteker Choirul Huda.

”Banyak pemain yang kaget, baru pertama kali ini ke Papua,” jelas pria yang akrab disapa Cak Irul itu.

Dia memaparkan, tiba di Biak, pemain disambut cuaca mendung. Namun tiba-tiba berubah menjadi terik seketika. Seperti halnya siang kemarin suhunya mencapai 29 derajat celcius. Namun sore harinya mendadak mendung dan hujan.

”Kalau cuaca cerah bisa lebih terik dibanding Solo,” beber imbuh Cak Irul.

Belum lagi perjalanan panjang menuju Biak menguras energi pemain. Jodi Kustiawan dkk menempuh jarak 3.208 kilometer (Km). Perjalanan diawali dari Kota Madiun menuju Surabaya. Dilanjutkan perjalanan udara transit di Makassar. Lalu berlanjut ke Biak.

”Away yang paling melelahkan. Ini yang kami khawatirkan jadi kendala,” jelasnya.

Cak Irul juga harus pintar meracik strategi. Mengingat banyaknya pemain yang absen karena cedera maupun akumulasi kartu. Dalam lawatannya ini, Cak Irul hanya membawa 17 pemain.

”Setiap pertandingan selalu ada korban pemain yang cedera, dan terakhir ada akumulasi. Kita hanya membawa skuad sisa-sisa,” jelasnya.

Penggawa absen di antaranya Muhammad Isa dan Wahyu Kristanto. Sementara Vandy Prayogo akumulasi kartu merah saat melawan Persewar Waropen, Sabtu (3/8) lalu. Beruntung, Cak Irul cukup pengalaman menjalani pertandingan di Papua. Mantan pemain Perseru Serui ini sudah hafal dengan atmosfir pertandingan di Biak.

”Semua pemain bertekad memberikan yang terbaik. Kita respect dengan PSBS Biak, dari empat pertandingan belum terkalahkan,” sambung Cak Irul.

Sebaliknya, PSBS juga tak terlalu garang walau main di markas sendiri. Minggu lalu mereka ditahan seri 0-0. Persatu bahkan sempat mencuri tiga poin di Stadion Cendrawasih saat menang tipis 1-0, 1 Juli lalu. PSBS baru bisa menang di rumah sendiri saat bertemu Persiba Balikpapan (2-1) dan Madura FC (1-0). Modal Persis menang 1-0 atas Persewar Waropen ternyata sedikit membuat lega Choirul Huda.

”Walau sama-sama klub dari Papua, tetap potensi pemainnya beda antara Persewar dan PSBS. Tapi kalau dari tipikal permainan, saya rasa sama,” tandasnya. (adi)

(rs/adi/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia