Rabu, 11 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Sejak 2011 Hanya Ada 2 Bus Sekolah

08 Agustus 2019, 17: 50: 10 WIB | editor : Perdana

LEBIH AMAN: Pelajar naik bus sekolah di depan pendapa kantor bupati Wonogiri.

LEBIH AMAN: Pelajar naik bus sekolah di depan pendapa kantor bupati Wonogiri. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Sejak 2011, pemkab hanya memiliki dua unit bus sekolah yang beroperasi di wilayah perkotaan. Sebab itu, penambahan unit armada sangat mendesak guna mengurangi anak di bawah umur mengendarai sepeda motor ke sekolah.  

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wonogiri Sriyanto menuturkan, selain terbatasnya jumlah bus sekolah, angkutan umum terutama yang beroperasi di pedesaan sudah jarang. Ditambah budaya merantau, sehingga tidak ada orang tua mengantar buah hatinya ke sekolah. 

“Kondisi geografis pegunungan dan jarak antara rumah dan sekolah yang jauh ikut memengaruhi. Tidak ada transportasi memadai jadi masalah. Anak di bawah umur mengendarai sepeda motor juga masalah," urainya, Rabu (7/8).

Sriyanto mengaku telah berkirim surat kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Wonogiri untuk mengusulkan penambahan bus sekolah. Atau bisa juga memanfaatkan bantuan bus sekolah dari Provinsi Jateng maupun atau pemerintah pusat. 

“Bukan ranah kita untuk mengusulkan pengadaan bus sekolah, itu kewenangan dinas perhubungan,” ujar dia.

Ditambahkan Sriyanto, harus ada upaya mengurangi penggunaan sepeda motor oleh pelajar di bawah umur. Sebab, kondisi tersebut sangat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain. 

Kepala Dishub Wonogiri Ismiyanto mengatakan, pihaknya sudah mengajukan pengadaan bus sekolah kepada Kementerian Perhubungan. Hanya saja hasilnya nihil. Namun, berkaca dari Dishub Klaten yang mengajukan pengadaan bus ke Provinsi Jateng, Ismiyanto akan mencobanya. 

"Kalau Klaten benar dapat 15 (unit armada bus sekolah) mantap sekali. Kita perlu ikut ajukan ke provinsi kalau memang tersedia," ungkap dia.

Kepala dishub sependapat dengan dinas pendidikan dan kebudayaan bahwa anak di bawah umur dilarang mengendarai sepeda motor. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia