Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

DLHK Klaten Larang Buang Kotoran Hewan Kurban ke Sungai 

10 Agustus 2019, 09: 10: 59 WIB | editor : Perdana

PASTIKAN SEHAT: Petugas memeriksa sapi yang akan disembelih saat Hari Raya Idul Adha

PASTIKAN SEHAT: Petugas memeriksa sapi yang akan disembelih saat Hari Raya Idul Adha (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN - Tata cara penanganan hewan kurban perlu dilakukan dengan secara yang tepat. Salah satunya dengan tidak membuang kotoran ke sungai karena berpotensi mencemari lingkungan dan mengganggu ekosistem di sungai tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Klaten Srihadi mengimbau agar penanganan kotoran hewan kurban nanti cukup ditimbun. Hal itu perlu dilakukan agar dapat terurai oleh tanah sehingga bisa menjadi pupuk. “Kami mengharapkan agar kotoran hewan kurban ke depan tidak dibuang lagi ke sungai lagi,” ujarnya.

Imbauan itu diperkuat dengan keluarnya surat edaran (SE) yang ditandatangani Sekretaris Daerah (Sekda) Jaka Sawaldi Nomor 658.1/670/25 tertanggal 24 Juli 2019. Salah satu poinnya agar takmir masjid dalam mengelola kotoran hewan dengan baik. Yakni, tidak membuang kotoran ke sungai. Termasuk ke sembarang tempat sehingga dapat mencemari lingkungan.

“Perlu adanya dukungan menghemat dalam penggunaan plastik. Saat pembagian daging kurban diimbau masyarakat tidak menggunakan kantong plastik. Selain membahayakan, sampah plastik sangat sulit diurai oleh tanah dan mencemari lingkungan,” jelasnya.

Masyarakat bisa mencari alternatif bahan yang ramah lingkungan. Srihadi mencontohkan seperti daun jati, besek bambu, daun pandan, daun kelapa maupun daun pisang. Selain aman bagi kesehatan juga menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya perajin bambu di desa.

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten Widiyanti juga mengimbau agar tidak mencuci kotoran hewan kurban di aliran sungai selepas menyembelih. Hal itu dianggap berbahaya bagi kesehatan terutama masyarakat di bagian hilir.

“Kita inginkan lingkungan tetap aman. Jadi sebaiknya setiap masjid ada penampungannya. Jadi darah jeroan dan lainnya bisa dimasukkan lalu dikubur,” ucapnya.

Sementara itu, kemarin petugas Dinas Pertanian dan Perikanan kota Surakarta juga menggelar pemeriksaan kesehatan hewan kurban di Mojosongo, Jebres, Solo. Petugas  memeriksa hewan kurban di sejumlah lokasi penjualan hewan. Hal ini dilakukan untuk memastikan hewan yang dijual untuk kurban dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat untuk kurban. (ren/rif/bun)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia