Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Sebulan Lagi Klewer Timur Dibangun

Basement Tergabung dengan Sisi Barat

11 Agustus 2019, 09: 15: 59 WIB | editor : Perdana

SABAR DULU: Pedagang Pasar Klewer Timur diperkirakan masih akan berdagang di pasar darurat hingga April 2020. 

SABAR DULU: Pedagang Pasar Klewer Timur diperkirakan masih akan berdagang di pasar darurat hingga April 2020.  (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Pemkot memastikan pembangunan Pasar Klewer Timur bakal dimulai pertengahan September mendatang. Proyek yang menelan anggaran Rp 60,5 miliar itu mulai dilelang di laman resmi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) nasional. 

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Surakarta Heru Sunardi mengatakan, lelang tersebut mendahului izin penganggaran tahun jamak (multiyears) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Izin penganggaran tahun jamak dari menteri memang belum turun, tapi Dirjen Cipta Karya sudah mengajukan izin dispensasi agar lelang bisa dilakukan lebih dulu karena uangnya sudah ada. Lelang dilakukan menyusul Peraturan Presiden (Perpres) tentang pembangunan pasar-pasar yang terkena musibah. Pasar Klewer Timur bareng belasan pasar lain,” kata dia, Sabtu (10/8).

Anggaran pembangunan senilai Rp 60,5 miliar tersebut mengakomodasi keinginan Kementerian Perdagangan untuk menambah ornamen batu andesit dan tanaman untuk mendukung pasar hijau. Pasar dibangun menghadap ke timur dengan kanopi pada bagian muka. Fasad tersebut dipercantik sehingga memunculkan kekhasan pasar tradisional. 

“Desain basement dan semibasement. Targetnya dikerjakan pada 2019 selama 3,5 bulan. Tahun berikutnya tinggal menaikkan semibasement dan finishing dalam waktu 4,5 bulan. Basement Pasar Klewer Barat dan Timur hanya selisih 20 sentimeter, nanti bergabung. Parkir basement Pasar Klewer Timur hanya khusus sepeda motor, mobil diakomodasi di basement barat,” terang Heru.

Sementara itu, Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo bakal mengusahakan perpanjangan sewa Alun-Alun Utara (Alut) Keraton Kasunanan Surakarta tanpa biaya alias gratis. Perpanjangan tersebut dikarenakan pembangunan Pasar Klewer Timur dipastikan tidak akan rampung pada tahun ini. Sehingga pasar darurat harus diperpanjang minimal sampai April tahun depan. 

Sekadar informasi, Pasar Klewer Timur dikonsep ramah lingkungan, yakni memanfaatkan fentilasi terbuka sehingga sirkulasi udara berjalan baik dan tidak terlalu banyak memerlukan bantuan kipas angin maupun air conditioner (AC). Cahaya matahari juga dapat masuk lebih banyak untuk mengurangi penggunaan listrik dan tidak menggunakan lift.

Ketua paguyuban pedagang Pasar Klewer timur Sutarso berharap, usulan pedagang yang meminta ukuran kios sama dengan bangunan lama tetap diakomodir. “Pembangunan harapan bisa seperti dulu. Ukuran kios paling kecil 2×1,5 meter, 2x2 meter, 2×3 meter dan seterusnya," tutur dia.

Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK) juga berharap pemkot bisa segera merealisasikan pembangunan pasar yang sudah dirobohkan sejak dua tahun silam. Ketua umum HPPK Tafip Harjono menuturkan, bila perdagangan Pasar Klewer Timur kembali aktif maka roda perekonomian akan berjalan maksimal. “Selain itu, jarak antara pasar di barat dan timur akan semakin dekat,” ucapnnya.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Surakarta Sugeng Riyanto menuturkan, selama ini pemkot terus menjalin komunikasi dengan legislatif dalam menyusun rencana pembangunan Pasar Klewer Timur. 

Komisi III juga mengetahui secara detail proses administrasi hingga komunikasi dengan Kementerian Perdagangan maupun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).

“Saya kira pemkot dan DPRD sudah melakukan upaya maksimal untuk komunikasi. Karena dari awal, rehab Pasar Klewer Timur disepakati dibangun oleh pemerintah pusat. Selama ini arah ke sana progresnya berjalan, cuma tinggal menunggu eksekusi,” katanya. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia