Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Pakai Alat Khusus, Sembelih Sapi Lebih Aman

11 Agustus 2019, 11: 10: 59 WIB | editor : Perdana

SIMPEL: Alat peroboh sapi yang dirancang takmir Masjid Agung Surakarta perdana digunakan tahun ini.

SIMPEL: Alat peroboh sapi yang dirancang takmir Masjid Agung Surakarta perdana digunakan tahun ini. (A.CHRISTIAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Meminimalkan risiko penyembelihan sapi kurban, takmir Masjid Agung Surakarta menciptakan alat khusus yang diberi nama alat peroboh sapi. Kelebihannya mampu menahan bobot sapi hingga satu ton.

Alat tersebut perdana digunakan Idul Adha tahun ini. Material utamanya terbuat dari besi dan pelat. Ukuran lebar sekitar 1,2 meter dengan panjang 2,5 meter, dan tinggi sekitar 2 meter.  Terdapat rel yang berfungsi memutar alat peroboh sapi.

Kepala Tata Usaha (TU) Masjid Agung Surakarta menjelaskan, penggunaan alat peroboh sapi cukup sederhana. Setelah sapi dimasukkan, dinding dari pelat besi digeser menyesuaikan ukuran tubuh sapi. 

Di bagian depan alat tersebut terdapat kerangka besi seukuran kepala sapi yang besar kecilnya dapat disesuaikan agar kepala sapi tidak bergoyang. 

“Saat dimasukkan ke alat tersebut, sapi tetap diikat. Setelah sapi masuk dan tenang, alat diputar hingga posisi sapi terbalik lalu dikunci di posisi yang pas. Dengan cara ini jagal dapat lebih mudah melakukan penyembelihan," urainya.

Inspirasi pembuatan alat tersebut berawal dari adanya sapi yang memberontak saat hendak disembelih. Kondisi tersebut dapat membahayakan orang-orang di sekitarnya dan melukai sapi.

"Kemudian iseng cari-cari di YouTube, ada tidak alat merobohkan sapi, ternyata ada. Di daerah Jambi alat seperti ini sudah pakai hidrolik. Kalau kita masih manual. Setelah ketemu, konsep pembuatannya saya bawa ke tukang las di Kusumodilagan (Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon). Sekitar awal Agustus sudah jadi diantar ke sini,” urainya. 

Hadirnya alat senilai Rp 23 juta tersebut, jumlah tenaga yang dibutuhkan dalam penyembelihan sapi dapat ditekan. Sebelumnya, untuk merobohkan satu sapi butuh enam sampai delapan orang. Sekarang cukup empat orang.

"(Petugas) yang memasukkan (sapi) satu (orang), yang memosisikan sapi satu, sedangkan yang dua bertugas memutar alat," tuturnya.

Apakah alat serupa akan digunakan menyembelih sapi kurban Presiden Joko Widodo yang berbobot 1,4 ton? Alif menyatakan tidak berani mengambil risiko.  

"Sebenarnya yang buat bilang bisa (untuk sembelih sapi berbobot) lebih dari satu ton, tapi kita yang tidak berani ambil resiko. Nanti setelah Idul Adha mungkin baru kita coba,” jelas dia.

Ya, usai penyembelihan hewan kurban, alat tersebut dapat dipinjam oleh masyarakat yang hendak menyembelih sapi. "Tidak ada biaya sewa. Kalau toh ada yang memberikan uang, akan kita arahkan untuk memasukkan ke kontak infak," ucap Alif.

Sementara itu, pada Idul Adha tahun ini, Masjid Agung Surakarta menyembelih 14 ekor kambing dan delapan ekorsapi. Termasuk sapi milik Jokowi. (atn/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia