Minggu, 17 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Travelling

Asyiknya Gowes Menelusuri Jejak Bengawan Solo Purba

11 Agustus 2019, 13: 35: 59 WIB | editor : Perdana

Asyiknya Gowes Menelusuri Jejak Bengawan Solo Purba

Bosan dengan wisata air terjun? pantai? atau wisata alam lain? Coba sesekali kayuh sepedamu menikmati bentang alam lembah Sungai Bengawan Solo Purba di Wonogiri Selatan. Selain menyehatkan, juga bisa menambah wawasan tentang geologi.

GOWES menyusuri Bengawan Solo purba bisa jadi pilihan menghabiskan waktu liburan. Traveler akan diajak menyusuri rute yang menantang. Melintasi pegunungan karst dengan panorama alam yang menarik. Sesekali melintasi bibir lembah sungai.

Dengan jelajah alam ini, pengunjung akan menyaksikan sebuah proses evolusi alam. Dari aliran Bengawan Solo Purba berjuta tahun lalu, kini berubah menjadi ladang palawija yang produktif. Jika dilihat dari rute gowes, terlihat jelas lembah yang memanjang seperti aliran sungai. Dan memang tempat itu merupakan aliran sungai purba.

Jika berminat, langsung saja ke base camp komunitas sepeda di Kota Kecamatan Pracimantoro. Traveler akan disediakan sepeda sekaligus perlengkapannya. Tentu saja didampingi pemandu dan penunjuk jalan. Untuk biaya sangat terjangkau. Dan pastinya sebanding dengan apa yang didapat.

Rutenya dari Kota Kecamatan Pracimantoro lalu masuk Desa Sambiroto. Kemudian mulai menyusuri jalan desa menuju Desa Jimbar, Desa Suci baru kemudian memasuki kawasan masuk lembah Sungai Bengawan Solo Purba. Sepanjang lembah akan melewati beberapa dusun. Di antaranya Dusun Bakalan, Dusun Tileng, Dusun Mbakagung, Dusun Mendak hingga Dusun Sumberagung. Tetapi kalau akan menyusuri hingga muara Sungai Bengawan Solo Purba di Pantai Sadeng akan lebih banyak melewati dusun-dusun yang masuk daerah Kabupaten Gunung Kidul. 

Rute berkayuh sepeda tidak ada tanjakan yang berarti. Dan tentunya cukup bersahabat bagi traveler yang awam bersepeda. Di sepanjang lembah akan menemui kearifan lokal. Seperti para petani yang sedang bercocok tanam, dengan keramahan warganya. Mereka juga tidak segan menawari traveler untuk rehat sejenak di gubuk-gubuk yang ada di ladang. Asyik bukan. (kwl/adi)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia