Rabu, 20 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Features

Komunitas Jersey Solo Raya,Tak Harus Ori, KW Bisa Ikut Gabung

11 Agustus 2019, 13: 10: 59 WIB | editor : Perdana

Komunitas Jersey Solo Raya,Tak Harus Ori, KW Bisa Ikut Gabung

Sepakbola sudah menjadi olahraga paling populer se jagad raya. Segala sesuatunya selalu menarik perhatian, termasuk jersey tim. Bahkan komunitas kolektor jersey hampir ada di setiap kota di Indonesia.

Menyatukan penggila bola tidak hanya lewat menyaksikan pertandingan di stadion. Tapi juga bisa melalui jersey tim. Mereka bertukar pikiran, kopi darat, hingga jual beli jersey dalam satu wadah komunitas kolektor jersey.

”Yang tergabung dalam komunitas mayoritas adalah kolektor. Tidak cuma mengoleksi, tapi juga jualan jersey. Kami menyebutnya kolekdol, koleksi-bosen-butuh uang-di dol (dijual),” kata Ketua Komunitas Jersey Solo Raya (KJSR), Ahmad Mustafid Al Mauludy kepada Jawa Pos Radar Solo.

KJSR punya kegiatan paling seru. Yakni lelang jersey. Siapa cepat dengan harga tinggi, dia dapat. Member dituntut cekatan dan fokus saat proses lelang berlangsung. Kalau menang, senangnya luar biasa. Tapi kalau ada yang mendahului atau nikung, sedihnya seperti diputus pacar pas lagi sayang-sayangnya.

”Lelang jersey seru banget sih menurutku. Apalagi waktu count down menjelang closed lelang. Kita harus mantengin HP buat nge-bid. Sinyal harus bagus. Telat dikit aja, jersey yang dipengen bisa ketikung orang lain. Sedihnya minta ampun,” kata salah seorang member KJSR, Angka Wekaputra.

Kali terkahir Angka mengikuti lelang jersey David De Gea (kiper Manchester United,Red). Jersey yang sudah sejak lama dia inginkan. Sayangnya, dia terlambat mengetahui ada lelang tersebut. Alhasil, Angka harus rela jersey idamannya tertikung orang lain.

”Padahal itu jersey yang aku pengen dari segi warna, model, dan pastinya karena De Gea adalah idolaku. Aku nge-fans berat soalnya,” sambungnya.

Angka bergabung di KJSR hampir setengah tahun belakangan. Sebelumnya, dia memang seorang kolektor jersey. Tapi masih jersey KW yang dikoleksi. Sejak bergabung dengan KJSR, Angka mengaku lebih memahami tentang dunia jersey dan bisa membedakan mana yang ori, mana yang KW.

”Sedikit demi sedikit aku jadi tahu tentang dunia jersey. Ternyata rumit juga. Tapi seru,” imbuhnya.

Kopi darat juga jadi ajang anggota komunitas untuk mengenal lebih dalam tentang jersey. Jumat malam dipilih KJSR untuk berkumpul. Lokasinya tidak menentu. Kalau ada venue yang menarik, KJSR selalu coba kopdar di sana sambil show up ke masyarakat.

”Kami kumpul pakai jersey dan memajang koleksi jersey-jersey yang dipunya. Biar menarik perhatian khalayak umum. Selain itu, kami bisa belajar jersey yang lagi hits atau jersey yang ingin kita bedah spesifikasinya,” ungkapnya.

Sampai saat ini, member aktif KJSR mencapai 150 orang. Awalnya, KJSR hanya menghimpun pecinta jersey ori saja. Namun seiring berjalannya waktu, anggotanya tidak harus mempunyai jersey ori. KW pun bisa bergabung.

”Karena kemampuan dan passion orang kan beda-beda. Ada yang ingin masuk karena ingin belajar tentang jersey. Ada juga karena sekadar berkomunitas atau main bola. Akhirnya kami putuskan untuk all genre, jersey ori dan KW kami terima sebagai member. Dengan di dalamnya kami mengedukasi tentang jersey ori,” tandasnya. (aya/adi)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia