Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Features

Modal Lihat Tutorial dari Youtube, Bisa Jadi MUA Andal

11 Agustus 2019, 09: 30: 59 WIB | editor : Perdana

CANTIK: MUA berfoto bareng klien usai dirias. Mereka mendapatkan ilmu merias dengan beragam cara. 

CANTIK: MUA berfoto bareng klien usai dirias. Mereka mendapatkan ilmu merias dengan beragam cara.  (DOKUMEN PRIBADI)

Share this      

Tanpa guru yang digugu lan ditiru, sejumlah perempuan ini mampu mendapatkan ilmu dan berujung pada ladang bisnis. Modal awalnya rajin mengamati tutorial di YouTube.

KINI, mereka yang telaten mantengin channel di dunia maya itu bisa disebut sebagai make-up artist (MUA). Di antaranya Faradila. Setelah menonton YouTube, dia memberanikan diri mendandani teman-teman dance yang satu kelompok dengannya lalu di-posting di media sosial.

Satu, dua, hingga banyak postingan rutin menghiasi media sosial Faradila. Viewer-nya pun bertambah banyak. Hasil kreasi make-up¬-nya mendapatkan apresiasi. Nama Faradila kian dikenal luas hingga luar Kota Solo.

Guna semakin mematangkan kemampuannya, Faradila rutin mengikut workshop tentang MUA. “Dengan mem-posting bahwa kita sering mengikuti workshop juga memberikan nilai tambah ke klien. Meski modal sebagai MUA itu tidak sebesar rias pengantin, memiliki sertifikat itu penting,” jelasnya. 

Karena itu, Faradila juga kerap mengikuti ujian MUA yang digelar oleh dinas tenaga kerja (disnaker). Bekal sertifikat pelatihan dari dinas terkait tersebut dapat dimanfaatkan saat berkompetisi MUA di luar negeri. 

“Saya tadinya make-up bridesmaid, lamaran, dan wisuda, berkembang ke make-up pengantin yang harus diimbangi dengan kursus,” ujarnya.

Diakui Faradila, kompetisi MUA di Kota Solo cukup ketat ketat. Tapi, semuanya harus melewati seleksi alam. Artinya, mereka yang enggan meningkatkan skill-nya dengan terus belajar, dipastikan akan tertinggal.

MUA lainnya dari Kota Bersinar Eliza Efina Rahmawati menekuni bidang jasa tersebut sejak 2016. Modalnya sama, belajar otodidak dari YouTube. Menurutnya, klien jarang yang menanyakan darimana si perias mendapatkan ilmunya. Terpenting adalah hasil riasan cocok di hati.

Tapi, Eliza sepakat bahwa lebih baik MUA sering ikut pelatihan dan memiliki sertifikat. “Niat memiliki sertifikat pasti ada. Tapi memang ada cost yang harus disiapkan. Karena nggak murah ikut workshop-workshop MUA.. Belum lagi membeli alat make-up sebagai penunjang profesi,” paparnya.

Kenapa memilih belajar otodidak lewat YouTube. Eliza mengatakan lebih fleksibel dan bebas memilih gaya make-up. Terkait banderol sekali rias, dia enggan merincinya. Hanya menyebut disesuaikan harga pasaran sehingga tidak mengganggu MUA lainnya. (gis/wa)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia