Minggu, 17 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Jateng

SMKN Jateng Solusi Entaskan Kemiskinan lewat Pendidikan 

12 Agustus 2019, 08: 30: 59 WIB | editor : Perdana

MEGAH: Gedung SMKN Jateng dibangun dengan fasilitas yang baik untuk menunjang siswa belajar.

MEGAH: Gedung SMKN Jateng dibangun dengan fasilitas yang baik untuk menunjang siswa belajar. (BAYU WICAKSONO/RADAR SOLO)

Share this      

SEMARANG – Program Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Jawa Tengah yang diinisiasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada 2014 lalu mendapat apresiasi dari sejumlah pakar dunia pendidikan. Mereka beranggapan, program tersebut merupakan jihad Ganjar melawan kemiskinan di Jawa Tengah melalui jalur pendidikan.

Pengamat pendidikan Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Mungin Eddy Wibowo mengatakan, upaya Ganjar membuat program SMKN Jateng gratis bagi masyarakat miskin merupakan langkah sangat tepat. Dengan program tersebut, ke depan tingkat kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah dipastikan akan lebih baik.

“Program SMKN Jateng yang diinisiasi Gubernur Ganjar ini sangat bagus. Sebab, program ini memberikan kesempatan bagi masyarakat miskin di Jawa Tengah mendapatkan pendidikan yang layak. Dengan bekal pendidikan itu, anak-anak ini nantinya akan mandiri dan mampu mengangkat ekonomi keluarganya menjadi lebih baik,” kata Mungin, Minggu (11/8).

Pengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan, lanjut Mungin, adalah solusi jangka panjang yang sangat bagus. Sebab, selain dapat memperbaiki ekonomi keluarganya, anak-anak miskin yang mendapatkan pendidikan juga akan mampu memberdayakan masyarakat miskin di sekitarnya.

“Apalagi ini SMK, jadi anak-anak miskin ini mendapatkan pendidikan sesuai keterampilan masing-masing. Lulusannya pasti memiliki keahlian khusus yang dapat dimaksimalkan untuk masyarakat luas,” tambahnya.

Mungin menambahkan, SMKN Jateng yang dirintis oleh Ganjar tersebut dapat menjadi percontohan nasional. Ke depan, dia berharap Pemprov Jateng menambah program sekolah tersebut menjadi lebih banyak.

“Bisa saja menggandeng pihak swasta untuk menambah jumlah SMKN Jateng ini. Semakin banyak sekolah yang dibangun, maka akan semakin besar kesempatan masyarakat miskin Jateng mendapatkan pendidikan layak. Kalau mengandalkan APBD saja akan sulit. Jadi kalau bisa bekerjasama dengan pihak swasta atau para filantropi,” ujarnya.

Apresiasi positif juga dilontarkan Direktur Program Pascasarjana Universitas PGRI Semarang (Upgris) Ngasbun Egar. Dia menilai SMKN Jateng merupakan wujud nyata komitmen Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam mengentaskan kemiskinan. Dengan program tersebut, Ganjar memastikan anak-anak miskin memiliki akses untuk memperoleh pendidikan yang bermutu.

“Dengan program ini, stigma orang miskin dilarang sekolah menjadi terhapuskan. Tidak boleh lagi ada anak putus sekolah hanya karena orang tuanya tidak mampu, program SMKN Jateng ini adalah jawabannya,” kata dia.

Wakil Sekretaris PGRI Jawa Tengah ini juga mengatakan, program SMKN Jateng telah berjalan sejak 2014 lalu dan hasilnya sudah dirasakan oleh masyarkat. Ia berharap, Pemprov Jateng menambah sekolah gratis tersebut semakin banyak.

“Selama ini kan baru ada tiga, di Semarang, Pati dan Purbalingga. Saya berharap jumlahnya ditambah agar semakin besar manfaatnya. Kalau bisa di seluruh eks karesidenan Jateng dibangunkan sekolah ini atau bahkan sampai ke kabupaten/kota,” ujarnya. (lhr/bun)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia