Rabu, 20 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Jateng

Satu OPD Satu Desa Binaan Direspons Positif

12 Agustus 2019, 11: 07: 49 WIB | editor : Perdana

HUMAS PEMPROV JATENG FOR RADAR SOLO

HUMAS PEMPROV JATENG FOR RADAR SOLO

Share this      

PURWOREJO - Program Satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Satu Desa Binaan yang digagas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mulai digeber. Program yang ditujukan sebagai percepatan pengentasan kemiskinan tersebut disambut antusias oleh warga. 

Warga Desa Tlogoguwo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo misalnya. Mereka begitu bahagia desanya menjadi desa binaan Biro Umum Setda Provinsi Jawa Tengah. Dengan adanya program itu, maka berbagai persoalan warga, baik kemiskinan, rumah tidak layak huni, jambanisasi, listrik, kesehatan dan pembinaan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dapat terselesaikan. 

“Alhamdulillah, senang sekali rasanya rumah saya mau diperbaiki dan dibangunkan jamban. Selama ini tidak punya jamban. Kalau buang air besar ke sungai. Rumah juga sudah reyot, mau ambruk,” kata Ngatinem, 60, salah satu warga Tlogoguwo saat mengikuti kunjungun Biro Umum Setda Jateng di balai desa setempat, Sabtu (10/8).

Ngatinem mengatakan, selama ini ia bersama suami tinggal di rumah peninggalan orang tua yang sangat sederhana itu. Jangankan untuk memperbaiki rumah, untuk makan sehari-hari saja susah. ”Makanya senang sekali mendengar ada bantuan ini,” ujarnya.

Menurut Kepala Desa Tlogoguwo, Mujoko, desa Tlogoguwo memang masih tertinggal. Masih banyak masyarakat yang belum memiliki jamban, listrik dan rumah layak huni di desa dengan 1000 Kepala Keluarga dan 3500 jiwa tersebut.

“Desa kami mendapat pendampingan dari biro umum, semoga desa kami menjadi lebih maju dan masyarakat jadi sejahtera,” ujarnya.

Dia juga berterima kasih kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang telah menginisiasi program Satu OPD Satu Desa Binaan. Dia berharap, dengan program itu maka akan banyak desa di Jateng yang semakin maju. 

Di lain sisi, Kepala Biro Umum Setda Provinsi Jateng Edy Supriyatna mengatakan, program Satu OPD Satu Desa Binaan merupakan arahan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo untuk mengentaskan kemiskinan di Jawa Tengah. 

“Kami melaksanakan perintah bapak gubernur dengan memulai kegiatan pendampingan di desa Tlogoguwo Kaligesing ini. Di sini masih banyak hal yang perlu diselesaikan seperti persoalan jambanisasi, rumah tidak layak huni, listrik, kesehatan dan lainnya,” kata dia.

Pihaknya juga menggandeng sejumlah SKPD terkait dan dibantu jajaran TNI untuk melaksanakan program pendampingan. Dalam bulan ini, program-program itu akan dikerjakan dan ditargetkan rampung dalam waktu singkat. 

“Bulan ini kami akan bangun 10 unit jamban sehat dan dua rumah tidak layak huni. Nanti akan kami lanjutkan dengan pembangunan jamban sebanyak 10 unit tiap bulannya hingga 2019, targetnya sampai akhir tahun ada 50 jamban yang dibangun,” tambahnya.

Terkait pembangunan rumah, pada tahun ini lanjut Edy juga sudah teragenda pembangunan enam RTLH. Semuanya dibangun menggunakan dana desa dan bantuan disperakim.

“Kami targetkan pada 2020 program jambanisasi sudah selesai, dan untuk program lain juga ditargetkan secepatnya rampung,” ucapnya.

Pada kesempatan itu juga di serahkan bantuan berupa paket sembako dari Gubernur Jawa Tengah untuk masyarakat. Selain Biro Umum, sejumlah OPD di lingkungan Pemprov Jateng juga sudah bergerak menyukseskan program ini. Mereka saling bahu membahu menyelesaikan sejumlah program di desa binaan masing-masing. Program ini memprioritaskan 475 desa binaan di 14 kabupaten di Jawa Tengah. (bay/bun)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia