Sabtu, 17 Aug 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Jalur KA Solo-Wonogiri Belum Steril

12 Agustus 2019, 11: 20: 15 WIB | editor : Perdana

BAHAYA: Perlintasan tanpa palang pintu jalur Solo-Wonogiri di Desa Bekonang, Mojolaban, Sukoharjo, kemarin (11/8).

BAHAYA: Perlintasan tanpa palang pintu jalur Solo-Wonogiri di Desa Bekonang, Mojolaban, Sukoharjo, kemarin (11/8). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Jalur kereta api (KA) yang menghubungkan Solo-Wonogiri belum 100 persen steril. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Jogjakarta menilai aktivitas masyrakat di sekitar jalur KA cukup tinggi. Padahal, jalur tersebut digunakan untuk Railbus Batara Kresna.

Cukup banyak kasus kecelakaan yang melibatkan Railbus Batara Kresna. Paling gres, sedan Honda Jazz nopol AD 8514 EK tertabrak di perlintasan tanpa palang pintu Kampung Duabelasan RT 1 RW 3, Kelurahan Jombor, Bendosari, Sukoharjo, 2 Juli kemarin.

Manajer Humas PT KAI Daop 6 Jogjakarta Eko Budiyanto mengakui belum sterilnya jalur Solo-Wonogiri. Aktivitas masyarakat cukup tinggi. Selain itu, masih banyak bangunan yang berdekatan dengan rel. Dia meminta masyarkaat segera memindahkan bangunannya.

“Alangkah baiknya mulai sekarang dipindahkan. Karena memang itu bukan lahannya. Daripada nanti pemerintah yang turun tangan. Misalnya untuk jalur ganda atau penambahan frekuensi KA, mau tidak mau harus pindah. Karena memang bukan area pemukiman,” tegas Eko, kemarin (11/8). 

Eko juga meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas di sekitar area rel KA Solo-Wonogiri. Karena berpotensi mengganggu operasional Railbus Batar Kresna. Seperti menjemur pakaian, menjemur padi, atau sekadar jalan-jalan. Imbasnya, kecepatan railbus maksimal hanya 30 kilometer (km) per jam.

Sementara ini, baru satu rangkaian KA yang melintasi rute Solo-Wonogiri, yakni Batara Kresna. Berangkat dari Stasiun Purwosari menuju Stasiun Wonogiri pulang-pergi (PP). Merupakan KA perintis yang masih didanai pemerintah. Tidak menurup kemungkinan, suatu saat akan dikembangkan jadi rute reguler. Efeknya, kian banyak kereta yang melintas. 

“Batara Kresna menempuh jarak 30 km. Baru dua kali beroperasi dalam sehari. Tiketnya Rp 4 ribu per penumpang. Okupansinya lumayan tinggi, sekitar 50 persen saat weekend. Kalau weekday justru ramai di perjalanan kedua,” tandas Eko. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia