Senin, 26 Aug 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Investor India Tertarik Bangun Pabrik Pakaian Dalam di Klaten

12 Agustus 2019, 11: 54: 53 WIB | editor : Perdana

BERKEMBANG: Warga melintasi kawasan industri di Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan.

BERKEMBANG: Warga melintasi kawasan industri di Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan. (ANGGA PURENDRA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Investor asal India tertarik untuk berinvestasi di Kabupaten Klaten. Berupa industri tekstil khusus pakaian dalam. Sudah dua kali, investor tersebut berkoordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpada Satu Pintu (DPMPTSP) Klaten. Terkait penjajakan dan realisasi bangunan pabrik.

Pihak investor tidak berniat membuat pabrik baru. Pilih memanfaatkan bangunan lama. DPMPTSP kemudian menawarkan eks pabrik goni di Kecamatan Delanggu atau tempat pengeringan tembakau di Kecamatan Wedi. 

Khusus eks pabrik karung goni, perlu dikaji ulang. Apakah masuk dalam benda cagar budaya (BCB) atau tidak. Apakah juga milik perseorangan atau bukan.

“Dibutuhkan lahan kurang lebih 5-10 hektare. Saat ini kami tawarkan opsi-opsi lahan yang digunakan untuk membangun pabrik itu,” jelas Kepala DPMPTSP Klaten Agus Suprapto, kemarin (11/8).

Opsi lainnya yakni lahan kosong di Kecamatan Ceper. “Kami belum tahu nanti ke depannya apakah sekadar menyewa saja membangun pabrik baru. Tentunya kalau mereka membangun pabrik, modal yang mereka tanamkan di sini harusnya ratusan miliar rupiah,” tandas Agus.

Investor India melirik Klaten karena upah tenaga kerja masih terjangkau. Saat ini, upah minimum regional (UMR) Kabupaten Klaten sekitar Rp 1,7 juta. “Memang pangsa pasarnya di sini. Di Klaten sudah ada pabrik pakaian dalam dari Korea. Investor tertarik karena pekerja di sini rajin-rajin,” ujarnya.

Pertemuan ketiga rencananya digelar pekan ini. DPMPTSP berharap sudah ada kesepakatan. Karena bisa berdampak positif bagi perekonomian di Klaten. Terutama serapan tenaga kerja. Tugass kami mendatangkan investor dengan berbagai upaya dan strategi. Salah satunya memberi informasi usaha dan kemudahan berinvestasi,” bebernya.

Sebelumnya, Bupati Klaten Sri Mulyani meminta DPMPTSP terus berinovasi terkait perizinan. Harapannya tidak ada regulasi dan birokrasi berbelit. “Sudah sebulan lalu saya minta berinovasi. Saya harap DPMPTSP segera merealisasikannya,” ucapnya. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia