Kamis, 22 Aug 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Kurangi Sampah Plastik, Gunakan Besek Bambu

12 Agustus 2019, 12: 11: 41 WIB | editor : Perdana

RAMAH LINGKUNGAN: Masyarakat Sragen mulai menggunakan pembungkus alternatif pengganti plastik saat membagikan daging kurban.

RAMAH LINGKUNGAN: Masyarakat Sragen mulai menggunakan pembungkus alternatif pengganti plastik saat membagikan daging kurban. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Sebagian warga Sragen mengikuti imbauan bupati soal penggunaan bahan pengganti plastik sebagai pembungkus daging kurban. Salah satunya di lingkungan perumahan Margoasri, Kelurahan Puro, Kecamatan Karangmalang. Warga mengganti plastik dengan besek bambu.

Takmir Masjid Al Hikmah di lingkungan Margoasri, Suprapto menyampaikan, warga sekitar mulai sadar akan bahaya penggunaan plastik secara berlebihan, terutama saat momentum pembagian daging kurban Idul Adha. Pada Idul Adha tahun ini warga mengganti plastik dengan besek. Hal itu sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

”Dengan mengunakan besek juga bisa membantu menghidupkan kembali kearifan lokal. Karena besek ini adalah produksi warga Sragen sendiri sekitaran daerah utara sana. Ini tujuan utama juga untuk mengurangi sampah plastik,” kata Suprapto, kemarin (4/8).

Menurutnya, kebijakan mengunakan besek bambu akan menghidupkan kembali ekonomi masyarakat. Meski lebih mahal, namun manfaatnya lebih banyak.

”Satu besek harganya kurang lebih seribu. Ya lebih murah plastik, tapi ini kan tujuannya untuk mengurangi sampah plastik di Sragen,” tandasnya.

Perumahan Margoasri juga salah satu yang banyak menyembelih hewan kurban. Tahun ini dikurbankan dua ekor kambing dan 36 ekor sapi jantan. Rencananya daging kurban yang sudah dicincang langsung dikemas wadah besek bambu. Masing-masing besek bambung diisi 1,5 kilogram daging.

Daging kurban tersebut langsung dibagikan ke warga setempat serta di daerah - daerah di utara bengawan. Diantaranya seperti di Kecamatan Jenar, Tangen, Gesi, Sukodono, Mondokan, Tanon, Sumberlawang dan Miri. Jika masih mencukupi akan dibagi di wilayah Purwodadi dan Gunung Kidul. (din/adi)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia