Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Susah Payah Akhirnya Sentuh Garis Finis Lomba Balap Karung

13 Agustus 2019, 07: 15: 59 WIB | editor : Perdana

SEMARAK KEMERDEKAAN: Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo sempat terjatuh saat ikut lomba balap karung sambut HUT RI ke-74 di balai kota, Senin (12/8). 

SEMARAK KEMERDEKAAN: Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo sempat terjatuh saat ikut lomba balap karung sambut HUT RI ke-74 di balai kota, Senin (12/8).  (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Sorak-sorai aparatur sipil negara (ASN) pecah saat Wali Kota F.X. Hadi Rudyatmo  bersiap-siap mengikuti lomba balap karung. Di sampingnya telah menunggu tiga penantangnya. Yakni Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Yosca Herman Soedrajad, Kepala Dinas Kebudayaan Kinkin Sultanul Hakim dan Sekretaris DPRD Surkarta Puguh Tri. 

Wali kota yang menempati posisi paling kiri langsung meloncat dengan cepat.  Herman memilih berjalan cepat mengandalkan kaki yang dimasukkan di kedua ujung karung. Sementara dua lawannya meloncat kecil seakan tak tertarik dengan gelar juara. “Ayo Pak Wali..., ayo Pak Herman,” gemuruh penonton yang memberi semangat di pinggir lapangan.

Meski sempat terjatuh di dekat garis finish, Rudy akhirnya menang di babak penyisihan. “Pak Rudy (F.X. Hadi Rudyatmo) memang masih rutin olahraga, jadi ya kuat. Saya? Hehe..,” kata Herman mengakui kekalahannya.

Lomba khas tujuhbelasan tersebut dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke 74. Selain balap karung, diadakan juga lomba bakia, membawa kelereng dengan sendok, tarik tambang dan lain sebagainya. 

Wali kota meminta masyarakat Kota Solo menyambut hari kemerdekaan dengan suka cita. Dia juga meminta seluruh warga untuk melakukan kerja bakti di masing-masing kampung. Itu merupakan usaha paling realistis yang dapat dilakukan untuk mengisi kemerdekaan.

Kerja bakti dapat dikoordinasi oleh masing-masing ketua rukun tetangga (RT) membersihkan lingkungan dari rumah masing-masing hingga fasilitas umum. Selain lingkungan menjadi bersih, kerja bakti juga dapat menumbuhkan sikap rukun dan toleran terhadap warga lain.

“NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) ini milik kita bersama. Bukan satu kelompok atau golongan tertentu. Kita tunjukkan tindakan-tindakan, kinerja-kinerja positif dan bermanfaat untuk kepentingan bersama.  Contoh sederhana ya kerja bakti, gotong royong dan sebagainya,” katanya.

Menurut Rudy, perjuangan generasi sekarang adalah menjaga warisan kemerdekaan yang telah diperjuangkan pendiri negeri. Dia menyebut salah satu contohnya membumikan Pancasila sebagai dasar negara dan ideology negara di tengah kepungan berbagai ideology lain. Di samping itu menjaga keutuhan NKRI juga dianggap sebagai kewajiban generasi ini.

“Itu tidak mudah dilakukan, apalagi teknologi tengah menyerbu kita. Kalau kata Bung Karno, yang berubah hanya waktu, bukan pandanganku,” tegasnya. (irw/bun)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia