Senin, 26 Aug 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

RS UNS Punya Klinik Gagal Jantung Pertama di Jawa Tengah

13 Agustus 2019, 10: 15: 59 WIB | editor : Perdana

LENGKAP: Peresmian klinik gagal jantung RS UNS.

LENGKAP: Peresmian klinik gagal jantung RS UNS. (SERAFICA GISCHA P/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS) meresmikan Klinik Gagal Jantung Sebelas Maret, kemarin (12/8). Diresmikan Direktur RS UNS dr. Zainal Arifin Adnan. 

Klinik gagal jantung ini sudah mendapat pengakuan dari Pokja Gagal Jantung Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PP PERKI). Klinik kelima di Indonesia dan pertama di Jawa Tengah dan DI Jogjakarta. 

Klinik ini sejatinya sudah dirintis sejak April 2018 dengan level dasar. Saat diresmikan, kini sudah naik jadi level satu. Dokter yang menangani klinik sudah tergabung dalam Pokja Gagal Jantung PP PERKI Indonesia. Sedangkan perawatnya sudah mengikuti pelatihan khusus gagal jantung. 

Kini membuka layanan mulai Senin-Jumat. Tentunya, pasien yang datang sudah mendapatkan rekomendasi dari dokter di klinik jantung umum. 

“Klinik ini telah terintegrasi dengan penelitian CORE-HF (Comprehensive Registry and Research on Heart Failure). Salah satu hasil CORE-HF menyatakan, 75,3 persen pasien mengalami perbaikan secara subjektif dan objektif setelah menerima perawatan di klinik. Klinik juga diintegrasikan dengan program pengabdian masyarakat Heart Talk SOC-HF (Solo Course on Heart Failure),” jelas Dokter Klinik Gagal Jantung Sebelas Maret dr. Irnizarifka.

Klinik ini juga menunjang program unggulan pendidikan spesialis jantung dan pembuluh darah Fakultas Kedokteran (FK) UNS. Ditunjang peralatan dan fasilitas modern, dari 13 persen kematian akibat gagal jantung, bisa ditekan 0,5 persennya dengan adanya klinik. Pasien yang kembali setelah melakukan perawatan untuk nasional 17 persen dan di Solo 13 persen. 

“Kami juga bekerja sama dengan RSUD Dr. Moewardi untuk beberapa tindakan medis operasi. Seperti by pas jantung, pemasangan ring, dan lain-lain,” sambung dr. Habibie Arifianto. (rls/gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia