Senin, 26 Aug 2019
radarsolo
icon featured
Features

Mengenal Yudhisira, Mobil Cepat Karya Tim Bengawan Siap Berkompetisi

13 Agustus 2019, 14: 18: 29 WIB | editor : Perdana

Mengenal Yudhisira, Mobil Cepat Karya Tim Bengawan Siap Berkompetisi

Jepang adalah salah satu negara yang dikenal sebagai industri mobil balap. Namun siapa sangka,  Indonesia juga bisa merakit mobil cepat karya anak bangsa. Di tangan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, mobil balap asal Kota Bengawan siap berlaga di kompetisi internasional. 

SEPTINA FADIA PUTRI, Solo, Radar Solo

MOBIL cepat karya Tim Bengawan Student Formula 2019 diluncurkan di kampus UNS, kemarin. Mobil yang diberi nama Yudhistira ini akan berkompetisi di ajang Society of Automotive Engineer (SAE) Japan 2019 di Shizouka Prefecture, Ecopa Stadium, Jepang pada 27-31 Agustus mendatang. Mobil ini diklaim lebih cepat dibanding mobil tahun lalu, yakni 70-80 kilometer per jam di gear 4 menuju 5. Dengan mesin CB 400 tahun 1998 berbahan bakar pertamax turbo.

“Mesin ini bentuknya karburator dari kendaraan awalnya. Karena peraturan kompetisi, kami ubah jadi injeksi,” ungkap Ketua Tim Bengawan Ardhan Prasetyo Nugroho di sela-sela peluncuran, kemarin.

Ini adalah tahun keempat Tim Bengawan UNS mengikuti kompetisi ini. Sebuah kompetisi internasional tingkat mahasiswa untuk merancang, mendesain, dan memproduksi mobil balap formula. Jika tahun lalu mobil cepat hanya optimalisasi di mesin dan bodi, maka tahun ini Ardhan dkk mengubah seluruhnya menjadi lebih baik. Termasuk lebih ringan dan ergonomis. Targetnya, mobil Yudhistira berhasil lolos di babak 20 besar.

“Tahun lalu mobil kami masuk 60 besar. Harapannya, kali ini bisa naik peringkat dengan kelebihan yang sudah kami perbaiki,” sambungnya.

Untuk mencapai target tersebut, Ardhan menyebut mobil Yudhistira dioptimalisasi pada bagian partner engine. Dari mesin yang digunakan tahun lalu diperbarui kembali. Termasuk aliran udara lebih maksimal. Bodi mobil pun lebih ringan, 55 kilogram. Dibandingkan tahun lalu seberat 68 kilogram. Steering juga lebih enteng, knalpot yang digunakan berbahan stainless, dan bodi mobil menggunakan fiber. Semuanya buatan mahasiswa sendiri.

“Perangkaian mulai desain, riset, manufacturing, dan assembling selama hampir setahun. Total biaya seluruhnya Rp 200 juta,” ungkapnya.

Proses kompetisi dimulai dengan technical inspection, yaitu pengecekan mobil sesuai regulasi atau tidak. Kemudian uji tesim angka delapan, autocross turun ke lintasan untuk dicatat kecepatan per lap, dan terakhir menguji ketahanan mobil dengan menyelesaikan 20 lap maksimal pergantian driver sebanyak dua kali.

“Tahun lalu kami menerima Jama Award sebagai peserta yang lolos penalty submission document. Tahun ini kami juga ingin mempertahankan penghargaan itu lagi,” imbuhnya.

Sekitar 100 peserta berasal dari seluruh negara di dunia ambil bagian dalam kompetisi ini. Tak hanya UNS, perwakilan Indonesia juga diikuti oleh tujuh peserta dari perguruan tinggi negeri lainnya. Yakni Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknis Sepuluh November (ITS), Universitas Islam Indonesia (UII), dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Sementara itu, pihak UNS mengucurkan dana Rp 500 juta untuk perakitan mobil dan akomodasi keberangkatan tim. Rencananya, tim akan berangkat pada 25 Agustus mendatang. Sementara mobil akan dikirim lebih dahulu pada Kamis (15/8).

“Kami memberikan dukungan, dorongan, doa restu kepada Tim Bengawan. Semoga Yudhistira di Jepang sukses lolos inspeksi sampai finish. Targetnya kalau bisa lolos sampai 10 besar,” tandas Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UNS Kuncoro. (*/bun)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia