Senin, 26 Aug 2019
radarsolo
icon featured
Pendidikan

Lulusan SMKN Jateng Siap Kerja, 81 Persen Direkrut Perusahaan Ternama

13 Agustus 2019, 14: 20: 21 WIB | editor : Perdana

TERJAMIN: Alumni SMKN Jateng kini tersebar di sejumlah perusahaan ternama di Indonesia.

TERJAMIN: Alumni SMKN Jateng kini tersebar di sejumlah perusahaan ternama di Indonesia. (BAYU WICAKSONO/RADAR SOLO)

Share this      

SEMARANG - Alumni Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Jateng tidak perlu repot memasukkan lamaran dari perusahaan satu ke perusahaan lain. Bahkan, sejak kali pertama masuk kelas, mereka sudah bisa menentukan bakal kerja di mana kelak pasca diwisuda oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.   

SMKN Jateng digagas Ganjar usai dilantik kali pertama sebagai gubernur Jawa Tengah. Ini sebagai salah satu solusi mengurangi kemiskinan lewat pendidikan. Dengan prinsip itu seluruh siswa SMKN Jateng berasal dari keluarga miskin. Mereka ditempa di kelas oleh puluhan tenaga ajar yang ahli di sembilan jurusan. Tinggal di asrama selama tiga tahun di bawah arahan tiga purnawirawan serta pendampingan empat tenaga kesehatan. 

“Pengurangan kemiskinan dari jalur pendidikan ini merupakan pondasi kokoh untuk mengangkat derajat perekonomian. Efeknya bisa dirasakan jangka pendek, menengah maupun jangka panjang,” kata Ganjar. 

Jangka pendek, kata Ganjar, bisa dibuktikan dengan berkurangnya beban orang tua menanggung biaya hidup satu anak. Sebab, di SMKN Jateng seluruh biaya hidup dan belajar beserta kelengkapannya selama tiga tahun ditanggung Pemprov Jateng. Jangka menengahnya, pascawisuda para alumni langsung "dilamar" perusahaan ternama. Otomatis gaji yang mereka terima bakal memberi manfaat pada orang tua atau keluarga. “Jangka panjangnya untuk kehidupan di masa mendatang para siswa tersebut,” katanya. 

Kualifikasi mereka berbeda berdasar penjurusan kelas. Dari kelas bisnis konstruksi dan properti, teknik elektronika industri, teknik instalasi tenaga listrik sampai kelas agribisnis dan pengolahan hasil pertanian. Hingga saat ini SMKN Jateng telah meluluskan 354 alumni yang terbagi dalam tiga angkatan. Sebanyak 286 atau 81 persen alumninya tersebar di berbagai perusahaan ternama, 15 persennya atau 54 alumni meraih beasiswa kuliah dan 14 alumni menjadi anggota TNI/Polri atau sebanyak 4 persen.

PT Hitachi Power Systems Indonesia, PT United Tractors Pandu Engineering (Patria), PT Cogindo Daya Bersama (Indonesia Power), PT Komatsu  Undercarriage Indonesia dan PT Pasifik Pertama Indonesia merupakan sekian dari banyak perusahaan yang telah menerima "servis" alumni sekolah yang didirikan pada 2014 silam. 

“Kinerja mereka sangat bagus. Ditambah attitude dan disiplin yang baik. Mereka juga cepat menyesuaikan pekerjaan. Karena itu, kami sudah tiga kali melakukan rekrutmen dari sana (SMKN Jateng),” kata Sri Lestari, tim rekrutmen PT Komatsu Undercarriage Indonesia.

Sri Lestari menjelaskan, pihaknya pada rekrutmen perdana sempat gambling dengan menarik alumni perempuan untuk bekerja di salah satu bagian semidirect product. Namun, setelah mengetahui kinerjanya, perusahaannya justru kembali pesan alumni perempuan. 

“Total PT Komatsu telah mengambil 69 alumni SMKN Jateng. Tiga di antaranya adalah perempuan. Mereka terbagi dalam tiga angkatan, angkatan pertama 35 dan angkatan kedua 14. Untuk lulusan angkatan ketiga kemarin 20 alumni yang saat ini tengah menjalani masa training,” katanya. 

Meski tersebar di perusahaan-perusahaan ternama ternyata tidak membuat para alumnus silau dengan besarnya gaji yang diterima. Nurul Amanda Adhistia, 20, salah satunya. Saat ini dia bekerja sebagai staff inspector Departement Quality Assurance PT Hitachi Power Systems Indonesia, Cikarang, Jawa Barat. Dalam sebulan kisaran gaji yang dia terima antara Rp 7 juta hingga Rp 9 juta. “Sudah dua tahun bekerja di sini. Pasti lah kirim ke orang tua. Untuk besarannya rahasia,” katanya. 

Dia tinggal di kos daerah Cikarang, sementara orang tuanya menetap di Sarangan, Gesing, Kecamatan Kandangan, Temanggung. Untuk menunjang karirnya, di tengah padatnya jam kerja dia bahkan saat ini kuliah di President University, jurusan major electrical engineering, semester tiga.

Berkat kualifikasi kinerja tersebut, tiga perusahaan saat ini telah teken kerja sama dengan membuka kelas di SMKN Jateng. Pilihan mereka sama, membuka kelas industri. Perusahaan itu adalah PT Cogindo Daya Bersama (Indonesia Power), PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) kelasnya diisi 30 siswa, dan PLN dengan 24 siswa.

“Saat ini siswa kelas industri tiga perusahaan itu naik ke kelas XI. Begitu mau lulus kelak, mereka langsung mengurus administrasi, kemudian langsung masuk kerja sesuai kelas perusahaan, kecuali PLN karena itu milik negara,” kata Yudi Wibowo, kepala SMKN Jateng. (lhr/bun)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia