Senin, 26 Aug 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Lempari Kereta Api Diseret ke Ranah Hukum 

13 Agustus 2019, 14: 25: 22 WIB | editor : Perdana

WASPADA: Kereta Api Prambanan Ekspres melintas menuju Stasiun Solo Balapan. 

WASPADA: Kereta Api Prambanan Ekspres melintas menuju Stasiun Solo Balapan.  (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Pelemparan kereta api saat sedang melintas masih saja terjadi sampai hari ini. Parahnya, dari sejumlah kasus yang terjadi berpotensi membahayakan penumpang atau petugas kereta api. Oleh sebab itu, pihaknya bakal menindak tegas segala bentuk tindakan pelemparan terhadap kereta api.

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Jogjakarta Eko Budianto memaparkan, berdasarkan catatannya, kasus pelemparan itu telah mencapai puluhan jumlahnya. Waktu dan lokasinya berbeda-beda. 

“Pelemparan batu sering membuat kaca pecah. Serpihannya bisa mengenai penumpang dan masinis atau petugas. PT KAI akan mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku pelemparan kereta,” tegas dia, Senin (12/8).

Menurut dia, pelemparan pada kereta api yang melintas tidak hanya berbahaya, tetapi juga menimbulkan kerugian bagi PT KAI. Pasalnya, saat kereta melintas dengan kecepatan tinggi, benda keras seperti batu sangat mudah menimbulkan kerusakan. Apalagi jika terkena bagian kaca. 

“Saat kereta melintas dengan kecepatan tinggi, kemudian dilempar batu itu kan benturannya sangat keras. Pelemparan batu juga pernah membuat seorang masinis mengalami buta mata permanen. Tidak hanya petugas, tetapi lemparan batu juga sempat melukai penumpang,” jelas Eko. 

Kasus pelemparan kereta api sering terjadi di wilayah yang minim cahaya atau gelap. Salah satunya seperti di wilayah Kulonprogo, DIJ. Setelah didalami, kasus pelemparan itu didominasi oleh remaja yang rata-rata masih usia sekolah. 

“Pelemparan ini sering terjadi saat libur sekolah atau saat ngabuburit. Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, mereka mengaku iseng saat melempar kereta api yang melintas. Mereka tidak pernah memikirkan risikonya,” terang dia. 

Eko mengimbau kepada pihak-pihak yang biasa melempar kereta api agar tidak lagi mengulangi perbuatannya. Sebab, PT KAI tak akan mengambil tindakan tegas. “Kalau memang berbahaya ya akan kami tindak tegas, bahkan sampai ke ranah hukum,” tegas Eko. (ves/bun)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia