Minggu, 17 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Polresta Masih Dalami Kasus Tabrak Lari di Overpass Manahan

13 Agustus 2019, 14: 33: 00 WIB | editor : Perdana

BERLANJUT: Sidang perdana gugatan praperadilan kasus tabrak lari overpass Manahan digelar di PN Surakarta, kemarin (12/8).

BERLANJUT: Sidang perdana gugatan praperadilan kasus tabrak lari overpass Manahan digelar di PN Surakarta, kemarin (12/8). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) Kota Solo menantang penyidik Polresta Surakarta menyebutkan nama tersangka dalam kejadian tabrak lari overpass Manahan. Hal ini disampaikan LP3HI sebagai tim penggugat dalam sidang perdana praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta, kemarin (12/8).

Pantauan Jawa Pos Radar Solo sidang perdana dimulai di PN Surakarta pukul 10.00. Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Pandu Budiono Priyanto. Berlangsung sekitar 30 menit dengan agenda mendengarkan tuntutan dari penggugat.

Di akhir pembacaan tuntutan, Sigit mengutarakan pihaknya siap mencabut tuntutan tersebut apabila Polresta Surakarta bisa menetapkan tersangka dari kasus kecelakaan maut ini. “Karena kepolisian mengatakan sudah mengantongi identitas tersangka, berarti sudah ada nama. Kami ingin kasus ini terbuka. Tidak ditutup-tutupi. Kalau benar sudah ada tersangka kenapa tidak ditangkap,” tegas Sigit.

Pihaknya juga meminta Kasatlantas Kompol Busroni hadir dalam persidangan ini. Sebab, dia merupakan pejabat yang bertanggung jawab dalam penyelesaian kasus ini. 

Ditemui usai sidang, Sigit menuturkan, meski ini praperadilan, ranahnya perdata, dan siap melakukan mediasi. “Kalau dari pemohon, kami sebenarnya mau damai saja, asalkan termohon bisa menetapkan dan mengamankan tersangka. Kalau bisa mengamankan akan kami cabut. Kalau belum bisa, proses tetap berlanjut,” katanya.

“Kalau dari statemen Kasatlantas kan sudah mengantongi identitas dari pengendara. Kenapa tidak langsung ditangkap saja. Kan jelas, katanya harus dipastikan. Padahal kan sudah jelas,” paparnya.

Usai mendengarkan tuntutan tersebut, Pandu langsung menjadwalkan sidang selanjutnya hari ini (13/8). Agenda sidang mendengarkan hak jawab dari Polresta Surakarta. 

“Kami juga meminta Kasatlantas dihadirkan dalam persidangan selanjutnya sebagai saksi. Pak Kasat dijadwalkan Rabu (14/8),” tutup Pandu sembari mengetuk palu.

Ketua LP3HI Arif Sahudi menambahkan, tidak hanya satlantas yang dipraperadilankan, namun juga Kapolri, Kapolda Jawa Tengah, serta Kapolresta Surakarta. “Ini untuk memenuhi rasa keadilan kepada korban. Saya tidak mewakili siapapun, termasuk keluarga korban. Saya hanya mewakili keadilan saja. Ini juga dalam rangka menjaga kehormatan polisi,” ujarnya.

Menurutnya, LP3HI akan mengawal kasus yang sempat viral di media sosial itu hingga tuntas melalui upaya konstitusional secara prosedur hukum. Dia menegaskan gugatan kemarin merupakan gugatan pertama. Namun bukan gugatan yang terakhir apabila belum ada kepastian hukum dan rasa keadilan.

“Kalau termohon memproses penanganan secara benar dan profesional secara hukum acara pidana maka akan dapat menemukan pelaku tabrak lari yang meninggalkan korban dalam keadaan bahaya. Apalagi terekam kamera pengawas (CCTV). Seharusnya mudah identifikasi jenis kendaraan, pelat nomor, dan pemilik kendaraan itu,” paparnya.

Menurutnya, tujuan praperadilan tercatat dalam penjelasan Pasal 80 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).  Dia menjelaskan pasal itu bertujuan untuk menegakkan hukum keadilan dan kebenaran melalui sarana pengawasan secara horizontal

Usai menjalankan sidang, Pihak LP3HI lantas menuju kawasan overpass Mahanan dan langsung melakukan tabur bunga di tanjakan overpass yang berada di ruas Jalan M.T. Haryono. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk duka dengan kejadian yang membuat nyawa korban melayang. 

Ditemui terpisah di luar ruang persidangan, Kasubbag Hukum Polresta Surakarta Iptu Rini Pangestuti enggan berkomentar banyak terhadap proses persidangan. Polisi wanita (polwan) ini menuturkan pihaknya siap menjalani setiap proses persidangan.

“Praperadilan kami ikuti saja sesuai dengan arahan dan jadwal yang ditentukan hakim. Soal pemanggilan itu ranah dari majelis hakim. Kami tunggu surat dari pengadilan. Yang jelas kasus masih dalam penyelidikan,” tutur Rini.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus tabrak lari terjadi  Senin dini hari (1/7) di Overpass Manahan. Korban adalah Retnoning Tri, 54, warga Selembaran RT 03 RW 03, Kelurahan/Kecamatan Serengan, Solo. Saat kejadian dia mengendarai sepeda motor Honda Supra X 125 dengan nomor polisi AD 2499 ES. Korban berkendara dari arah Jalan Adi Sucipto, sedangkan mobil dari arah berlawanan Jalan Moewardi.

Sebelum menabrak sepeda motor korban, mobil menyalip dua motor yang berjalan di depannya, namun terlalu ke kanan hingga menabrak motor korban. Bukannya bertanggung jawab, pengendara mobil warna silver tersebut langsung kabur ke arah Jalan Adi Sucipto. Korban akhirnya meninggal sehari setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Kasih Ibu Solo.  (atn/bun)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia