Senin, 26 Aug 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Satpol PP Bidik “Pak Ogah” Nakal

13 Agustus 2019, 14: 58: 03 WIB | editor : Perdana

ilustrasi supeltas

ilustrasi supeltas

Share this      

SOLO – Sejumlah pengguna jalan mengeluhkan praktik oknum pengatur lalu lintas tak resmi alias “pak ogah” yang cenderung meminta uang secara paksa. Satpol PP dan Polresta Surakarta siap memberikan sanksi tegas.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Surakarta Agus Sis Wuryanto mengatakan, sebagai langkah awal, pihaknya akan mendata sukarelawan pengatur lalu lintas (Supeltas) resmi di bawah binaan Satlantas Polresta Surakarta. 

“Kita belum hafal mana (Supeltas) yang di bawah binaan satlantas, mana yang bukan. Segera dikumpulkan untuk mendapatkan sosialisasi sekaligus pendampingan mencegah hal tidak kita inginkan,” ujarnya kemarin (12/8). 

Ketika sudah dilakukan pendataan dan sosialisasi tapi masih tetap terjadi aksi tak terpuji, oknum Supeltas maupun “pak ogah” akan ditindak.

Ditambahkan Agus, keluhan pengendara muncul ketika melintas di kawasan Loji Wetan. “Kita lihat apakah benar ada yang melakukan pemaksaan (minta uang) tersebut. Kalau benar akan kita tindak,” ungkapnya.

Payung hukum penindakan yakni Peraturan Daerah (Perda) Surakarta tentang Penyelenggaraan Perhubungan. Salah satu pasalnya menyebutkan setiap orang dilarang melakukan kegiatan yang mengganggu lalu lintas.

Kasat Lantas Polresta Surakarta Kompol Busroni mengamini adanya keluhan pengendara yang diminta uang secara paksa ketika melintas di jalan raya. “Kita melindungi Supeltas yang selama ini menjadi mitra dalam bertugas mengatur lalu lintas tapi malah dimanfaatkan oleh segelintir oknum,” tandasnya.

Selama ini, Supeltas juga dilibatkan mengatur lalu lintas ketika ada event Kota Solo atau tamu kenegaraan yang melintas. “Beberapa kita bekali HT (handy talky) untuk memudahkan memberikan  informasi,” ucap Busroni.

Fasilitas lainnya yakni pemberian atribut, santunan, hingga pengecekan kondisi kesehatan Supeltas. Mengingat, tidak sedikit personel sudah berumur dan sehari-hari berada di jalanan.

“Kita gandeng Dokkes. Kadang da bantuan pengecekan kesehatan dari PMI Surakarta atau mahasiswa kedokteran,” terangnya. (atn/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia