Senin, 26 Aug 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Teguran Diabaikan, 5 PKL Disidang

13 Agustus 2019, 15: 01: 37 WIB | editor : Perdana

ilustrasi pkl

ilustrasi pkl

Share this      

SOLO – Satpol PP Surakarta mengaku kerap memberikan teguran kepada pedagang kaki lima yang beroperasi di lokasi terlarang kawasan Pasar Klewer. Namun, ada lima PKL yang dinilai ngeyel. Mereka akhirnya dimejahijaukan. 

Pada sidang tindak pidana ringan (tipiring) di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta itu, mereka sepakat pilih bayar denda Rp 200 ribu dibandingkan menjalani hukuman kurungan selama satu bulan.

Kepala Seksi PPNS, Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Surakarta Sapto Budi Santoso menerangkan, PKL yang sidang merupakan hasil razia di sekitar badan jalan, jalur pejalan kaki, dan trotoar kawasan Klewer Rabu (7/8).

"Karena sudah memenuhi ketentuan dan berulangkali diingatkan (masih membandel) maka kami ajukan sidang. Niatnya bukan semata menghukum, tapi lebih mengedukasi agar tidak terulang. Sesuai perda itu, mereka dikenakan kurungan tiga bulan dan/atau denda maksimal Rp 5 juta," urainya di PN Surakarta kemarin (12/8).

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, PKL yang melanggar perda ditawarkan memilih hukuman kurungan selama satu bulan atau denda Rp 200 ribu. Mereka sepakat membayar denda Rp 200 ribu. "Ya pilih denda saja dari pada nggak kerja sebulan," jelas Sumadi.

Pria yang baru dua bulan berdagang cilok keliling itu berharap pemerintah bisa memberi kelonggaran. Sebab, dia hanya pedagang keliling yang singgah ke Masjid Agung saat mendekati waktu salat lima waktu atau salat Jumat. ”Kami semua ini pedagang keliling bukan menetap di sana (kawasan Pasar Klewer). Kalau bisa lebih pengertian-lah," ujarnya. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia