Rabu, 13 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Jateng

Jateng Bangun Bumi Perkemahan Terintegrasi, Jadi Pusatnya Kepramukaan

13 Agustus 2019, 21: 47: 50 WIB | editor : Perdana

Ketua Kwarda Jateng Siti Atikoh Ganjar Pranowo melakukan peletakan batu pertama pembangunan kawasan 2 Pusat Kegiatan Kepramukaan Candra Birawa

Ketua Kwarda Jateng Siti Atikoh Ganjar Pranowo melakukan peletakan batu pertama pembangunan kawasan 2 Pusat Kegiatan Kepramukaan Candra Birawa

Share this      

SEMARANG - Kabar bahagia bagi para anggota maupun pegiat pramuka di Jawa Tengah (Jateng). Sebab, Jateng bakal memiliki bumi perkemahan dengan konsep terintegrasi dalam berbagai bidang dan eco friendly

Disebut terintegrasi karena bumi perkemahan tersebut bisa menjadi pusat pembelajaran bagi anggota pramuka di Jateng. Terutama untuk meningkatkan kemampuan kepramukaannya. 

Ketua Kwarda Jateng Siti Atikoh Ganjar Pranowo mengatakan, pusat pembelajaran ini terintegrasi, meliputi keterampilan kepramukaan, life skill, dan ilmu pengetahuan. Konsep bangunannya pun disesuaikan dengan dunia kepramukaan, yakni eco friendly. 

“Makanya waktu awal saya dilantik menjadi ka-kwarda dan ke sini bersama Mas Ganjar (Gubernur Ganjar Pranowo, Red), saya bilang, bumi perkemahan ini masih bisa dioptimalkan. Kemudian, dibahas dan akhirnya dilakukan pengembangan dengan pembangunan ini,” ujar Atikoh di sela-sela peletakan batu pertama pembangunan kawasan 2 Pusat Kegiatan Kepramukaan Candra Birawa di Karanggeneng, Gunungpati, Kota Semarang Selasa (13/8). 

Atikoh mengatakan dirinya begitu gembira karena menjelang Hari Pramuka, Kwarda Jateng melakukan pembangunan pusat kepramukaan. Bumi perkemahan ini akan dibangun dengan konsep terintegrasi. Yakni memiliki gedung serba guna yang terbuka untuk umum. Serta bumi perkemahan khusus untuk melakukan kegiatan kemah di bagian belakang. 

”Gedung itu dibangun karena kalau kita mau mengadakan kegiatan yang indoor masih kekurangan tempat,” jelas Atikoh. 

Konsep pengembangan bumi perkemahan ini juga melibatkan sejumlah dinas di lingkungan Pemprov Jateng untuk turut berkontribusi. Seperti halnya dinas koperasi dan UMKM yang menyediakan pusat bisnis di kawasan itu. Dinas juga akan menggandeng masyarakat sekitar. 

“Dinas ESDM yang akan memasang panel listrik tenaga surya di sini. Lainnya mungkin ada pembuatan kolam ikan, penanaman pohon langka, pengelolaan sampah secara benar. Ini bisa menjadi pembelajaran bagi anak didik. Sehingga di sini bukan hanya untuk berkemah, tapi ada manfaat lebih yang didapat oleh peserta didik,” papar Atikoh. 

Bumi perkemahan ini diharapkan menjadi pusat kegiatan bagi generasi muda dalam rangka mengenal lingkungan, jaga kekompakan, dan meningkatkan kompetensi. Selain itu, juga menjadi bumi perkemahan yang memadai dan representatif. 

Waka Kwarda Jateng Bidang Sarana dan Prasarana Sujarwanto Dwi Atmoko mengatakan, pengembangan bumi perkemahan ini merupakan upaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana bagi kegiatan kepramukaan di Jateng.

”Bumi perkemahan Candra Birawa memiliki total lahan 6 hektare. Yang dikembangkan ini yang sekitar 2 hektare,” ujarnya. 

Pembangunan ini juga merupakan hasil musyawarah daerah Kwarda Jateng pada 2019. Pendanaan pembangunan berasal dari berbagai pihak. Antara lain, hibah APBD Provinsi Jateng, sumbangan pihak swasta, dan gotong rotong dari para anggota pramuka. 

Menurut Sujarwanto, proses pembangunan bumi perkemahan juga begitu istimewa. Sebab, melibatkan mahasiswa arsitektur dari Universitas Katolik Soegijapratana Semarang dan beberapa arsitek relawan. Dalam acara peletakan batu pertama itu, Sujarwanto juga memaparkan konsep, bentuk, hingga filosofi bangunan. Seperti pada gerbang utama yang dibangun dengan lima pilar yang melambangkan sila Pancasila. (bay/ria)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia