Senin, 26 Aug 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Rekonstruksi Ulang, Ibu Sadis Peragakan 23 Adegan

14 Agustus 2019, 13: 25: 59 WIB | editor : Perdana

TEGA: Rekonstruksi pembunuhan bocah oleh ibu kandungnya sendiri di Desa Tanduk, Ampel, kemarin (13/8).

TEGA: Rekonstruksi pembunuhan bocah oleh ibu kandungnya sendiri di Desa Tanduk, Ampel, kemarin (13/8). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Jajaran Polres Boyolali menggelar reka adegan kasus pembunuhan bocah F, 6, oleh ibu kandunya Siti Wakidah, 30. F tewas dibunuh ibunya pada Kamis (11/7). Sebanyak 23 adegan diperagakan dalam rekonstruksi di rumah tersangka, Dusun/Desa Tanduk, Kecamatan Ampel, Boyolali, kemarin (13/8).

Dalam reka adegan, bocah F digantikan manekin. Kejadian bermula pada Senin malam (8/7). Saat itu korban sedang menonton TV. Tiba-tiba dicubit tersangka. Penganiayaan terus berlanjut sehari kemudian.

Puncaknya pada Rabu malam (10/7). Saat suaminya tak ada dirumah, tersangka kembali menganiaya korban. Kepala korban dibenturkan ke almari. Akibatnya korban mengalami luka-luka. Korban akhirnya menghembuskan napas terakhir, Kamis siang (11/7).

Rekonstruksi juga menghadirkan saksi yang tak lain tetangga korban. Tepatnya orang pertama yang diberitahu tersangka kalau korban sakit. Serta sejumlah warga menengok dan memandikan jasad korban.

Hadir pula jaksa penuntut umum (JPU) serta penasihat hukum tersangka. Ada pula Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Boyolali Prihatin dan Dandim 0724/Boyolali Letkol Kav Herman Taryaman.

“Tujuan rekonstruksi untuk memperjelas apa saja yang sudah dilakukan pelaku. Kemudian apa saja yang dialami korban. Kemudian luka-luka yang sesuai dengan visum itu di mana saja? Kan harus sinkron. Untuk mencocokkan hasil visum dengan keterangan pelaku,” jelas Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro.

Dari hasil otopsi, penyebab kematian korban karena pendarahan di kepala dan luka di perut. “Efek pendarahan tidak langsung. Malam pendarahan, baru besoknya meninggal,” papar kapolres.

Motif dari tindak kekerasan tersebut karena tersangka kesal. “Juga karena kondisi ekonomi. Terkait kondisi kejiwaan tersangka, dari hasil pemeriksaan psikiater dinyatakan sehat,” imbuhnya.

Sementara itu,  Siti Wakidah menyesali perbuatannya. F, anak kandungnya, telah diperlakukan kasar. Sehingga bocah berumur sekitar 6 tahun itu akhirnya meninggal dunia.

Saat ditanya, Siti Wakidah mengaku tak berniat membunuh anak laki-lakinya tersebut. Dia kesal karena anaknya nakal. “Sedih. Nggak sengaja. Ya biasa, anak-anak nakal,” ujarnya singkat.

Mempertanggungjawabkan perbuatannya, perempuan asal Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang ini dijerat Pasal 80 ayat (4) No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 44 ayat (3) UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Saat ini tersangka masih ditahan di Mapolres Boyolali untuk proses penyidikan. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia