Selasa, 17 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Jateng

Lima Tahun Jabat Gubernur, Ganjar Entaskan 1 Juta Warga Miskin

16 Agustus 2019, 10: 15: 59 WIB | editor : Perdana

NJAWANI: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berserta istri di peringatan HUT Provinsi Jateng ke-69 di Simpanglima, Semarang, Rabu (15/8).

NJAWANI: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berserta istri di peringatan HUT Provinsi Jateng ke-69 di Simpanglima, Semarang, Rabu (15/8). (KOMINFO PEMPROV JATENG)

Share this      

SEMARANG - Sejak menjabat gubernur Jateng pada September 2013, persoalan kemiskinan menjadi perhatian serius Ganjar Pranowo. Melalui berbagai program, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan hingga Maret 2019 warga miskin di Jateng telah berkurang lebih dari 1 juta orang. 

Ganjar mengungkapkan catatan itu dalam Peringatan Ulang Tahun Provinsi Jawa Tengah ke-69 di Simpanglima Semarang, Rabu (15/8). Ganjar mencatat dari Maret 2014 hingga Maret 2019, penurunan kemiskinan mencapai 1.093.220 orang. 

“Punika data BPS lho. Mboten kula ingkang matur (data ini dari BPS lho, bukan saya yang bilang),” kata Ganjar yang sepanjang pidatonya menggunakan Bahasa Jawa. 

Penurunan angka kemiskinan di Jateng memang selalu tinggi setiap tahunnya. Bahkan pada 2018 lalu, Jawa Tengah menjadi provinsi dengan penurunan angka kemiskinan terbaik secara nasional. Selain pengurangan angka kemiskinan yang signifikan, sejumlah pekerjaan infrastruktur di Jateng juga sudah dilaksanakan dengan baik. Bandara Ahmad Yani Semarang misalnya, sekarang menjadi bandara megah berfitur floating airport pertama di Indonesia.

“Kami juga berhasil memberikan insentif kepada guru ngaji, membangun rumah rusak menjadi layak huni, memberikan gaji guru honorer setara UMK dan banyak lagi capaian-capaian lainnya,” tegasnya.

Tidak sedikit capaian yang diraih Pemprov Jateng mendapatkan penghargaan dari berbagai pihak. Namun, menurut Ganjar, penghargaan-penghargaan itu tidak terlalu penting. Sebab, tujuan utama adalah kepuasan masyarakat karena dilayani dengan baik.

“Yang penting saat ini adalah integritas dan pelayanan baik kepada masyarakat. Hari ini wilayah Pemprov Jateng sudah memiliki itu, dan saya harap pada momentum hari jadi ini, integritas dan pelayanan prima kepada masyarakat menular ke semua kabupaten/kota di Jateng,” tegasnya.

Dalam pidato yang disebut Ganjar lebih tepat disebut ngudarasa itu, Ganjar juga mengajak peserta upacara mendoakan KH Maemoen Zubair. Ulama kharismatik, sekaligus ayah dari Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin itu, menurutnya adalah tokoh bangsa yang patut jadi suri tauladan. 

“Beliau bukan hanya ulama yang dihormati tapi tokoh kebhinekaan yang dihormati umat agama lain. Semangat Mbah Moen dalam menegakkan toleransi harus kita teladani,” kata Ganjar. 

Tak lupa, Ganjar juga berpesan kepada seluruh masyarakat Jawa Tengah untuk tetap menjaga kebhinekaan. Tidak ada hal yang lebih indah saat ini selain menjaga persaudaraan atau dalam bahasa Jawa-nya ngrumat bebrayan

Ngrumat bebrayan adalah juga tema Pesta Rakyat Ultah Jateng ke 69. Acara berupa pagelaran seni, berbagai lomba, pameran produk, dan lainnya itu akan dipusatkan di Kabupaten Wonogiri 23-25 Agustus mendatang. (kom)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia