Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Dinilai Lambat Tangani Kasus, LP3HI Minta Kasat Lantas Dicopot

16 Agustus 2019, 10: 55: 59 WIB | editor : Perdana

KAWAL KASUS: Kuasa hukum LP3HI Sigit Sudibyanto tunjukkan surat yang akan dikirim ke Irwasum Polri.

KAWAL KASUS: Kuasa hukum LP3HI Sigit Sudibyanto tunjukkan surat yang akan dikirim ke Irwasum Polri. (DAMIANUS BRAM.RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Bukan hanya menggugat Polresta Surakarta,  Lembaga Pengawalan dan Pengawasan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) Surakarta juga akan menyurati Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Polri agar mencopot Kompol Busroni dari jabatannya sebagai kasat lantas Polresta Surakarta.

Itu ditegaskan kuasa hukum LP3HI Sigit Sudibyanto usai sidang praperadilan kasus tabrak lari di Overpass Manahan, Kamis (15/8). 

Desakan pencopotan itu karena pada sidang praperadilan bernomor 01/Pid.Pra/2019/PN.Ska hakim meminta Busroni hadir dalam persidangan. Namun, kenyataanya, yang bersangkutan batal datang ke pengadilan dengan alasan tugas.

“Tidak hadir setelah dua kali pemanggilan, atau tidak mengirimkan perwakilannya untuk hadir memenuhi pemanggilan tersebut (persidangan). Kami menilai sikap tersebut merupakan tindakan yang tidak menghormati institusi pengadilan yang semestinya lebih penting daripada kegiatan lainnya,” urai Sigit.

Ditambah Sigit, desakan pencopotan Busroni juga karena lambatnya penanganan kasus tabrak lari di Overpass Manahan yang menewaskan Retnoningtri, warga Kelurahan/Kecamatan Serengan.

“Serta tidak mampu menemukan pelaku padahal sudah menemukan tiga alat bukti, yaitu laporan polisi, keterangan para saksi, serta petunjuk dari rekaman CCTV. Suratnya (ke Irwasum Polri) akan kita kirim hari ini (kemarin),” ujar dia.

Sementara itu, para persidangan lanjutan praperadilan kemarin, ketua hakim tunggal Pandu Budiono Priyanto membatalkan sidang karena saksi dari pihak termohon dan pemohon tidak hadir.

Menanggapi hal tersebut, Sigit menyatakan sudah menunjuk satu saksi ahli hukum pidana dari salah satu kampus di Kota Bengawan. Tapi, karena belum mendapat surat tugas dari kampus, yang bersangkutan tidak bisa hadir.

“Kita telah meminta hakim menunda sidang dengan agenda keterangan saksi ahli besok (Jumat 16/8). Tapi, hakim dan termohon menolak. Karena sidang besok tetap sesuai jadwal, yakni pembacaan kesimpulan,” ungkapnya.

Setelah agenda pembacaan kesimpulan, berlanjut putusan sidang praperadilan, Senin (19/8). Tidak berhenti, LP3HI akan kembali membuat gugatan baru yang ditujukan kepada Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel

“Alasan menggugat kapolda Jawa Tengah masih sama dengan gugatan awal pada Polresta Surakarta, yakni pengungkapan kasus tabrak lari,” paparnya.

Sementara itu, Kasubbag Hukum Polresta Surakarta Iptu Rini Pangestuti enggan berkomentar menyikapi hal tersebut. “Kita lihat saja besok (hari ini) seperti apa kesimpulannya. Praperadilan kan waktunya pendek. Yang jelas kita sudah menperlihatkan bukti pada saat sidang,” pungkasnya. (atn/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia