Rabu, 16 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Features

Anisa Fungki Wiwin Putriani, Pegulat Putri asal Klaten Juara Asia

17 Agustus 2019, 07: 15: 59 WIB | editor : Perdana

SANG JUARA: Anisa Fungki sudah sejak kecil tertarik dengan dunia gulat.

SANG JUARA: Anisa Fungki sudah sejak kecil tertarik dengan dunia gulat.

Share this      

Dua atlet gulat Jawa Tengah sukses mencatat prestasi gemilang di Thailand. Salah satunya adalah dara manis asal Klaten, Anisa Fungki Wiwin Putriani. Seperti ini kisahnya?

NIKKO AUGLANDY, Klaten, Radar Solo

MENJADI juara di negeri orang tentu sangat membanggakan. Inilah yang dirasakan oleh Anisa Fungki, pegulat 15 tahun asal Klaten. Dia dan Fauzal Juan Ramadhan, 17, asal Solo  berhasil meraih emas di ajang Thailand Sport School Game 2019, pekan lalu. Keduanya adalah atlet binaan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Jateng.  

“Senang pastinya (dengan juara di Thailand). Lumayan susah untuk (mengalahkan lawan) ketika di final,” terang Anisa yang sukses mengalahkan dua wakil Thailand di kejuaraan tersebut.

Ini jadi modal dia sebelum terjun di ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) dan kejurnas antar PPLP yang akan digelar dalam waktu dekat. Dia bercerita mulai menyenangi dunia gulat sejak sejak duduk di bangku SD. Karena guru olahraganya merupakan mantan atlet gulat.

 “Dia terus lihat tingkah laku saya. Terus saya diajak lihat latihan gulat. Akhirnya saya tertarik di menekuni gulat ,dan mulai ikut latihan,” terangnya.

Dia sadar bila olahraga ini termasuk ekstrem bagi seorang perempuan. Makanya tak heran bila kedua orang tuanya, Yatin dan Marjinten sempat melarangnya melanjutkan menekuni olahraga ini. 

“Saya awalnya tidak diizinkan orang tua ikut gulat, karena saya anak cewek. Orang tua gak tega lihat anak ceweknya dibanting-banting,” ujarnya.

Berbagai alasan dia buat. Tetap saja dia tak diperbolehkan untuk meneruskan berlatih gulat. Tapi tekadnya sudah kuat. Dia pun nekat mengikuti latihan gulat. Setelah lulus SD, dan masuk SMP, aktivitasnya di dunia gulat sempat berhenti. Orang tuanya kembali meminta agar dia fokus sekolah. Dia juga dimasukkan di Asrama Lentera Kasih Klaten.  Setelah berhenti dia ikut ekstrakulikuler basket hingga silat.

“Tapi saya tidak nyaman ikut basket sama silat. Saya sudah terlalu suka sama gulat. Akhirnya saya berhenti dari ekstra tersebut dan kembali lagi ikut gulat. Saya kalau latihan gulat harus nyepeda jauh dari asrama sampai tempat latihan. Kalau pulang latihan sampai malam,” terangnya.

Potensinya akhirnya dilirik tim pelatih PPLP di Semarang. Kembali orang tuanya tetap tidak mengizinkan dia. “Saya mohon-mohon kepada orang tua. Dan akhirnya orang tua mengizinkan saya masuk PPLP,” terangnya.

Pilihan Anisa tidak salah. Dia serius berlatih dan sering terjun ke beberapa kejuaraan. Terbaru, di Thailand berhasil menyabet medali emas. Khusus ini dia dedikasikan kepada kedua orang tuanya. Dia yakin potensinya cukup besar di olahraga gulat. Jateng bahkan membidik Anisa bisa lolos di Olimpiade 2024.

Tidak hanya level internasional, Anisa juga pernah menyabet beberapa kejuaraan gulat. Mulai dari juara di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng di Solo 2018, dan beberapa kejuaraan Popda, hingga Kejurda. Dia berharap bisa terus mengaharumkan nama Jateng dan Indonesia di kancah dunia. (*/bun)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia