Sabtu, 21 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

KPwBI Solo Dirikan Klaster Cabai untuk Tekan Inflasi

17 Agustus 2019, 11: 30: 59 WIB | editor : Perdana

FLUKTUATIF: Harga cabai yang kerap melonjak ikut menyumbang inflasi di Kota Bengawan.

FLUKTUATIF: Harga cabai yang kerap melonjak ikut menyumbang inflasi di Kota Bengawan. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Inflasi di Kota Solo pada bulan lalu mencapai 2,65 persen (year on year). Kondisi tersebut dipicu harga komoditas cabai rawit, cabai merah, dan cabai hijau melonjak. Sebagai solusi, Bank Indonesia mengambil kebijakan mengembangkan klaster pengendalian inflasi. 

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo Bambang Pramono mengatakan, pihaknya mendukung program pengendalian inflasi melalui penguatan rantai suplai (supply chain). Program ini dilaksanakan dalam bentuk bantuan teknis dari sisi on farm maupun off farm dari sisi teknis budidaya, pengolahan pascaproduksi, perluasan akses pasar, akses informasi, akses permodalan, pemasaran, manajemen usaha, dan penguatan kelembagaan.

“Didirikan klaster cabai Gapoktan (gabungan kelompok tani) Ngargotirto Makmur di Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen.

Tempat tersebut dipilih krena produktivitas cabai masih rendah, yaitu sekitar 4,5 ton per hektare dan berpotensi ditingkatkan,” jelas Bambang, kemarin (16/8). 

Menurut dia, pasokan air saat musim kemarau menjadi syarat agar petani cabai dapat menanam cabai pada semua musim. Harapannya, produktivitas cabai rawit meningkat dan dapat memenuhi permintaan pasar di Kota Solo dan sekitarnya.

“Pemerintah dan Bank Indonesia berkomitmen memperkuat koordinasi dalam rangka mencapai sasaran inflasi jangka menengah sebesar 3,5 persen plus minus satu persen di 2019, serta tiga persen plus minus satu persen di 2020 dan 2021,” pungkas Bambang. (gis/wa

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia