Selasa, 17 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola
Timnas Tantang Persis Uji Coba

Kota Solo Masuk Nominasi Host Piala Dunia U-20

18 Agustus 2019, 09: 30: 59 WIB | editor : Perdana

OPTIMISTIS: Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo menandatangani pernyataan kesiapan jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 di rumah dinas wali kota Lodji Gandrung, Jumat (16/8).

OPTIMISTIS: Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo menandatangani pernyataan kesiapan jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 di rumah dinas wali kota Lodji Gandrung, Jumat (16/8). (NIKKO AUGLANDY/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO– Revitalisasi Stadion Manahan direncanakan selesai Oktober mendatang. Jika tidak ada halangan, setelah proses pemeliharaan, stadion kebanggaan Wong Solo tersebut sudah bisa digunakan Desember. Sebagai pemanasan, PSSI menyiapkan Timnas untuk jadi lawan tanding dalam soft launching Stadion Manahan. 

“Soal Timnas yang mana (Senior, U-23, atau U-19) saya belum memastikan. Akan kita lihat waktu (peresmiannya) dulu. Kira-kira Timnas yang mana yang bisa disiapkan,” terang Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin.

Tantangan tersebut disambut publik Kota Solo dengan penuh antusias. ”Karena Stadion Manahan adalah rumah Persis Solo, jadi kami harap setelah di-launching mereka bisa kembali bermain di sini,” terang Wali Kota Surakarta, F.X. Hadi Rudyatmo.

Di lain sisi, Stadion Manahan bersama delapan stadion lainnya masuk rekomendasi PSSI menjadi venue pertandingan Piala U-20 2021 bila FIFA resmi menunjuk Indonesia sebagai host event akbar tersebut. 

Tujuh stadion lainnya yakni Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Wibawa Mukti Cikarang, Patriot Candrabhaga Bekasi, Pakansari Bogor, Mandala Krida Jogja, serta dua dua stadion alternatif, yaitu Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung dan Stadion I Wayan Dipta Gianyar Bali. 

Ratu Tisha mengakui, sarana dan prasarana Stadion Manahan cukup memadai. Terlebih sudah dilakukan revitalisasi sehingga menjadi lebih modern dan berstandar internasional.

Ya, stadion kebanggan wong Solo tersebut disulap menjadi Stadion Gelora Bung Karno mini dengan anggaran revitalisasi mencapai Rp 301 miliar.

”Kedatangan saya ke Solo adalah bagian dari agreement untuk bidang Piala Dunia U-20, karena batas waktu pengajuan untuk FIFA sampai akhir Agustus nanti. Stadion Manahan jadi salah satu stadion utama karena sudah memenuhi syarat. Selain stadion, ada lima lapangan latihan di Solo yang diharapkan bisa disiapkan wali kota untuk melengkapi Manahan, andai diputusakan jadi tuan rumah nanti," bebernya.

Ternyata Indonesia tak sendiri. Ada beberapa negara yang mencalonkan diri sebagai tuan rumah. Mulai dari Brasil, Peru, Arab Saudi, Bahrain, Thailand, dan Myanmar. 

“Dengan kesuksesan menggelar Asian Games, tentu membuat kita sangat optimistis bisa ditunjuk nantinya,” terang Ratu Tisha seraya menyebut salah satu standar penunjukkan stadion sebagai calon venue Piala Dunia U-20 yakni harus memiliki single seat.

Wali Kota Rudy menyambut baik program PSSI  tersebut. Dia siap melengkapi beberapa persyaratan bila Solo jadi salah satu lokasi yang diinginkan PSSI untuk jadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Kelengkapan fasilitas di Stadion Manahan yang menjadi tanggung jawab pemkot bakal segera dipenuhi. Salah satunya tiket box.

”Saya yakin 99,9 persen Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Lima lapangan alternatif juga akan kita siapkan. Salah stau persyarakatnya harus ada toilet dan ruang ganti pemain. Kami akan bangun permanen jika benar-benar ditunjuk jadi tuan rumah," beber Rudy. (nik/wa)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia