Selasa, 17 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Solo

80 Persen Pegawai RSUD Warga Solo

18 Agustus 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Perdana

SOFT LAUNCHING: Wali Kota F.X. Hadi Rudyatmo berbincang dengan Direktur RSUD Bung Karno Wahyu Indianto, Sabtu (17/8).

SOFT LAUNCHING: Wali Kota F.X. Hadi Rudyatmo berbincang dengan Direktur RSUD Bung Karno Wahyu Indianto, Sabtu (17/8). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO– Keinginan pemkot mengurangi angka pengangguran melalui pembangunan RSUD Bung Karno sudah terwujud. Sedikitnya 80 persen personel rumah sakit kedua milik pemkot ini adalah warga Kota Solo.

Hal itu ditegaskan Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo usai peresmian RSUD, kemarin (17/8). Dia memaparkan, tenaga kerja asli Kota Bengawan tersebar di berbagai posisi. Mulai dokter, perawat, tenaga administrasi, tenaga kebersihan, keamanan, hingga petugas parkir.

“Khusus tenaga kebersihan, satpam, dan parkir dari warga sekitar rumah sakit. Sehingga pemberdayaan masyarakat sekitar telah kita lakukan. Jika ditotal ada 80 persen pegawai kita adalah warga Solo,” ucapnya.

Saat ini, RSUD Bung Karno memiliki delapan dokter umum dan 12 dokter spesialis. Terdiri dari dua dokter spesialis bedah, dua spesialis obstetric dan ginekolog, dua spesialis penyakit dalam, serta dua spesialis gigi.

Rumah sakit berkapasitas 200 tempat tidur ini memiliki masing-masing satu dokter spesialis anestesiologi, radiologi, patologi klinik dan spesialis anak. Kinerja dokter akan dibantu 51 perawat, dua perawat gigi, dan delapan bidan. Di bagian farmasi, RSUD Bung Karno memiliki delapan apoteker dan sepuluh asisten apoteker.

“Sumber daya manusia lainnya kita punya nutrisionis empat orang, rekam medic tujuh orang, piñata laboratorium kesehatan lima orang, radiologi empat orang, dan satu orang fisioterapi. Selain itu kita juga memiliki tenaga administrasi, pengemudi, pengelola limbah hingga rawat jenazah dengan total 50-an orang,” ujar Direktur RSUD Bung Karno Wahyu Indianto.

Sumber daya manusia di RSUD Bung Karno merupakan kolaborasi dari aparatur sipil negara (ASN), mutasi dari puskesmas, RSUD Ngipang, serta tenaga kontrak dengan perjanjian kerja (TKPK). Dalam waktu dekat rumah sakit ini akan kembali melakukan perekrutan pegawai untuk mengisi pos yang masih kosong. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia