Selasa, 17 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Solo

HUT RI, Kalianyar dan Sky Bridge Heboh 

18 Agustus 2019, 10: 55: 59 WIB | editor : Perdana

SUKACITA: Suasana perayaan HUT Kemerdekaan Ke-74 RI di Sungai Kalianyar. Foto bawah, ratusan anak-anak ikut lomba menggambar di sky bride kemarin (17/8).

SUKACITA: Suasana perayaan HUT Kemerdekaan Ke-74 RI di Sungai Kalianyar. Foto bawah, ratusan anak-anak ikut lomba menggambar di sky bride kemarin (17/8). (ARIEF BUDIMAN-DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Puncak peringatan HUT Kemerdekaan Ke-74 RI di Kota Bengawan benar-benar semarak, Sabtu (17/8). Sungai Kalianyar dan sky bridge tak luput dari kemeriahaan tersebut.

Di Sungai Kalianyar, sejumlah perempuan mengenakan busana warna merah dikombinasikan bawahan batik dan ikat kepala membawa kain merah putih yang terhubung dengan tongkat kayu. Mereka lalu turun ke bagian tengah sungai dan menggerak-gerakkan tongkat kayu.

Dari atas jembatan, bendara Merah Putih berukuran raksasa dikibarkan. Aksi yang sekaligus kampanye pelestarian sungai itu menyita perhatian warga. 

Sore harinya giliran ratusan anak-anak mengikuti lomba menggambar di sky bridge yang menghubungan Terminal Tirtonadi dan Stasiun Solo Balapan. “Mewarnai gajah dan jerapah. Hewan-hewan ini naik bus,” terang Ester Emanuela Landai, 4, sambil memandang hasil karyanya.

Ayah Ester, Alexander Landai mengapresiasi kegiatan tersebut. "Dengan lomba menggambar seperti ini anak bisa mengenal jenis moda transportasi dengan lebih dekat," terang warga Cindirejo Lor, Gilingan, Banjarsari. 

Panitia lomba Banu Yoga Sena mengatakan, event tersebut diikuti 200 anak beragam usia. Dari TK, kelas 1-3 SD, dan kelas 4-6 SD. “Ada 18 piala. Tiap kategori usia diambil juara 1-3 dan harapan 1-3. Tema gambar masih gebyar kemeriahan HUT Kemerdekaan dan moda transportasi," jelasnya.

Koordinator Terminal Tipe A Tirtonadi Joko Sutriyanto berharap, event tersebut dapat meningkatkan minat masyarakat menggunakan moda transportasi darat, khususnya bus. Sekaligus menunjukkan bahwa kondisi terminal saat ini jauh lebih nyaman.

"Kalau dulu orang tahunya terminal kumuh, bau, dan menyeramkan. Sekarang sudah tidak seperti itu. Terminal makin canggih. Pelayanan disesuaikan kebutuhan masyarakat,” ucapnya. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia