Rabu, 13 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Dua Napi Rutan Solo Bebas

18 Agustus 2019, 13: 00: 59 WIB | editor : Perdana

PALING DITUNGGU: Wali Kota Rudy menyerahkan SK bebas bagi napi Rutan Solo kemarin.

PALING DITUNGGU: Wali Kota Rudy menyerahkan SK bebas bagi napi Rutan Solo kemarin. (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Peringatan HUT Kemerdekaan Ke-74 RI bakal tak dilupakan Ristianto, 24. Warga Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo ini bebas setelah mendapatkan remisi khusus (RK) kemarin (17/8). Sebelumnya, Ristianto mendekam selama tujuh bulan di Rumah Tahanan (Rutan) Klas IA Surakarta.

Ditemui usai menerima SK remisi pada upacara HUT Kemerdekaan RI di Stadion Sriwedari, Ristianto tak sabar bertemu istri dan anaknya yang sudah menunggu di rutan untuk menjemputnya. 

“Kemarin waktu jenguk saya suruh jemput di rutan. Bilangnya jam 10.00 sudah sampai rutan. Mungkin sudah menunggu di sana,” paparnya.

Ristianto mendekam di balik jeruji besi karena kasus penggelapan. Pengalaman terburuk dalam hidupnya itu tak akan diulanginya. “Setelah ini cari ide mau usaha apa. Rencananya mau jadi sopir taksi online dulu untuk kumpulkan modal,” terang dia.

Kebahagiaan bebas dari rutan juga dirasakan Marwanto, 36. Pria yang masuk bui karena kasus pencurian ini tidak sabar bertemu dengan keluarganya di Wonogiri. “Rencananya mau buka wedangan saja. Ada teman yang mau bantu modal. Kalau sudah untung modalnya saya kembalikan,” ujarnya.

Kasubsi Administrasi dan Perawatan Rutan Klas IA Surakarta Fitroh Komarudin menuturkan, selain Ristianto dan Marwanto, ada 191 narapidana mendapat remisi Hari Kemerdekaan RI dengan potongan masa tahanan berbeda-beda.

Hal tersebut telah diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 174 Tahun 1999. Menurutnya, setahun pertama, narapidana memperoleh remisi selama satu bulan. Apabila narapidana telah menjalani masa hukuman selama satu tahun, dapat memperoleh remisi dua bulan. Pada tahun kedua memperoleh remisi tiga bulan. Pada tahun keenam dan selanjutnya memperoleh remisi sebanyak enam bulan.

 “Untuk yang mendapat RK II sebenarnya potongannya satu bulan, dan setelah dihitung ternyata mereka bisa langsung bebas. Untuk yang bebas SK-nya diserahkan langsung oleh wali kota pada upacara di Sriwedari. Yang lain penyerahannya di rutan,” urai Fitroh. (atn/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia