Selasa, 17 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Features
Kiprah Crew Animal Lovers Solo (Castello)

Mengedukasi Anak Tentang Fauna

18 Agustus 2019, 17: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Mengedukasi Anak Tentang Fauna

Hewan berbahaya bisa muncul kapan saja di tengah-tengah kita. Bagaimana jika anak kita yang menemukannya? Komunitas Crew Animal Lovers Solo (Castello) hadir mengedukasi mereka cara mengenali hewan itu. Berikut kiprahnya

ANAK-anak selalu suka melihat hewan. Apalagi hewan-hewan yang unik. Rasa-rasanya mereka ingin mendekat dan memegang hewan yang menarik perhatiannya itu. Eits, tapi jangan asal pegang ya.

Salah-salah hewan yang dipegang tergolong hewan berbahaya. Nah, inilah salah satu program Castello. Mengedukasi dan sosialisasi tentang hewan kepada anak-anak TK.

”Biasanya di Taman Balekambang. Kami kenalkan karakteristik hewan dan habitatnya. Kami ajak mereka foto-foto bareng hewan. Sekaligus bikin game lucu-lucu bareng mereka,” kata Ketua Crew Animal Lovers Solo (Castello) Kurniawan Iman Santoso kepada Jawa Pos Radar Solo.

Di depan anak-anak, Iwan meminta mereka segera lapor orang dewasa jika menemukan hewan asing. Ambil contoh, ular yang berada di dalam rumah. Bisa jadi ular tersebut berbisa atau termasuk hewan buas lainnya.

”Jangan ditangkap sendiri. Takutnya kalau hewan itu berbahaya. Kami selalu bilang itu ke anak-anak,” sambungnya.

Menurutnya, anak-anak punya rasa penasaran yang tinggi. Selain hewan reptil, hewan mamalia dan unggas yang menjadi sasaran mereka. Iwan dkk pun tak segan mengajari mereka cara merawat dan memegang hewan-hewam tersebut.

”Kalau reptil emang agak ngeri sih ya. Biasanya mereka lebih suka pegang-pegang hewan mamalia dan unggas saja. Kami selalu ingatkan mereka untuk tidak mencobanya sendiri di rumah,” imbuhnya.

Lalu hewan-hewan apa yang dikenalkan Iwan dkk di depan anak-anak? Ibarat kebun binatang mini, Iwan dkk membawa beragam jenis hewan. Mulai dari unggas seperti burung paruh bengkok dan burung hantu. Kemudian hewan mamalia seperti musang, sugar glider, tupai, dan kelinci.

”Kalau hewan reptil kami bawa ular yang berbisa dan tidak berbisa. Dari jenis ular kecil sampai ular yang bisa menjadi besar. Kami juga bawa kura-kura air dan darat, biawak pohon dan air, buaya, juga katak pacman,” ujarnya.

Iwan menyebut mengedukasi anak-anak tentang fauna harus di awali dengan hewan yang lucu terlebih dahulu. Agar mereka tertarik dan tidak takut.

”Nah, kalau hewannya sudah lucu. Yang bawa hewan juga harus lucu,” kelakarnya. (aya/adi)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia